Bola / Bola Indonesia
Selasa, 21 April 2026 | 12:39 WIB
Fadly Alberto Henga saat membela Timnas Indonesia melawan Brasil di Piala Dunia U-17 (dok. AFC)
Baca 10 detik
  • PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi mengutuk keras insiden kekerasan Fadly Alberto di EPA Super League U-20 dan segera melimpahkan kasus ini ke Komdis PSSI untuk sanksi maksimal.
  • Dirut I.League, Ferry Paulus, mendukung penuh sanksi tegas PSSI karena aksi brutal di level usia muda merusak fondasi pembinaan calon pemain Timnas Indonesia di masa depan.
  • Selain menghukum pemain, PSSI dan I.League juga akan mengevaluasi perangkat pertandingan yang bertugas karena terindikasi lalai dalam mengontrol tensi laga di Stadion Citarum.

Evaluasi Menyeluruh dan Masa Depan EPA

Menyinggung soal perangkat pertandingan, Ferry membeberkan bahwa sistem penugasan di EPA memang melibatkan tenaga lokal sebagai bagian dari proses edukasi bersama.

“Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan.”

Kendati demikian, toleransi terhadap kelalaian dan aksi premanisme di atas lapangan tetap berada di angka nol.

“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.”

Ia pun mengirimkan pesan peringatan keras kepada seluruh bakat muda agar tidak menghancurkan karier mereka sendiri hanya karena gagal mengontrol amarah.

“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri.”

Latar Belakang Kasus Fadly Alberto

Sebagai informasi, Fadly Alberto Hengga sebelumnya sempat dipuja sebagai pahlawan berkat golnya di Piala Dunia U-17, namun kini ia terancam kehilangan segalanya.

Baca Juga: 3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

Aksi kekerasan yang dilakukannya saat melawan Dewa United U-20 menjadi tamparan keras bagi ekosistem pembinaan usia muda sepak bola Indonesia.

Ke depannya, operator I.League berkomitmen untuk merapatkan barisan bersama PSSI dan Komite Wasit demi memastikan kejadian kelam di EPA Super League 2025/2026 ini menjadi yang terakhir kalinya.

Load More