Bola / Bola Indonesia
Selasa, 21 April 2026 | 22:05 WIB
Fadly Alberto (FIFA)
Baca 10 detik
  • Fadly Alberto meminta maaf secara terbuka atas aksi tendangan kungfu di laga EPA U-20.

  • Pemain Timnas U-20 ini menyesal telah merugikan klub dan mencoreng nama baik Garuda Muda.

  • Fadly menyatakan kesiapan menerima sanksi tegas dari Komite Disiplin PSSI akibat tindakan brutalnya.

Pemain kelahiran Papua ini menyatakan kesiapan penuh untuk menjalani hukuman administratif maupun larangan bertanding dari otoritas liga.

"Kepada masyarakat Indonesia, saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya. Dan semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik," jelas Fadly Alberto.

Ia berharap kejadian pahit di Stadion Citarum ini menjadi titik balik bagi pendewasaan mental bertandingnya di masa depan.

"Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut."

"Sekian permohonan maaf saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih," pungkasnya.

Komite Disiplin PSSI diprediksi akan segera merilis keputusan terkait durasi larangan bermain bagi winger muda berbakat tersebut.

Kejadian bermula pada laga hari Minggu, 19 April 2026, yang mempertemukan Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20.

Dalam sebuah momen perebutan bola, Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan kontak fisik yang sangat keras dan tidak perlu.

Aksi tersebut viral di media sosial dan mengundang kritik tajam dari netizen serta pengamat sepak bola nasional.

Baca Juga: Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pemain muda di kompetisi Elite Pro Academy agar tetap mengedepankan respek.

Stadion Citarum menjadi saksi bagaimana emosi yang tak terkendali dapat mengancam karier menjanjikan seorang pemain nasional.

Load More