-
Fadly Alberto meminta maaf secara terbuka atas aksi tendangan kungfu di laga EPA U-20.
-
Pemain Timnas U-20 ini menyesal telah merugikan klub dan mencoreng nama baik Garuda Muda.
-
Fadly menyatakan kesiapan menerima sanksi tegas dari Komite Disiplin PSSI akibat tindakan brutalnya.
Pemain kelahiran Papua ini menyatakan kesiapan penuh untuk menjalani hukuman administratif maupun larangan bertanding dari otoritas liga.
"Kepada masyarakat Indonesia, saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya. Dan semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik," jelas Fadly Alberto.
Ia berharap kejadian pahit di Stadion Citarum ini menjadi titik balik bagi pendewasaan mental bertandingnya di masa depan.
"Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut."
"Sekian permohonan maaf saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih," pungkasnya.
Komite Disiplin PSSI diprediksi akan segera merilis keputusan terkait durasi larangan bermain bagi winger muda berbakat tersebut.
Kejadian bermula pada laga hari Minggu, 19 April 2026, yang mempertemukan Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20.
Dalam sebuah momen perebutan bola, Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan kontak fisik yang sangat keras dan tidak perlu.
Aksi tersebut viral di media sosial dan mengundang kritik tajam dari netizen serta pengamat sepak bola nasional.
Baca Juga: Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pemain muda di kompetisi Elite Pro Academy agar tetap mengedepankan respek.
Stadion Citarum menjadi saksi bagaimana emosi yang tak terkendali dapat mengancam karier menjanjikan seorang pemain nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan