- Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor melaporkan banyak pelaku kekerasan seksual beraksi berulang kali di Indonesia.
- Fenomena predator seksual ini marak terjadi di lingkungan pendidikan, mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
- Maria mendesak penelusuran rekam jejak pelaku selama sepuluh tahun terakhir guna mengungkap deretan korban yang tersembunyi.
Suara.com - Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor, mengungkapkan fakta mencengangkan mengenai pola kekerasan seksual yang selama ini terjadi di Indonesia.
Berdasarkan laporan yang masuk, mayoritas pelaku merupakan "pemain lama" yang melakukan aksi kekerasan secara berulang, baik kepada korban yang sama maupun baru.
Maria menyebut pola predator ini terdeteksi di berbagai sektor, termasuk di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para pelajar dan mahasiswa.
“Dalam banyak kasus kekerasan seksual yang dilaporkan setidaknya di Komnas Perempuan, pada umumnya satu pelaku melakukan kekerasan berulang pada korban yang sama maupun juga pada korban-korban lain,” ujar Maria dalam acara Laporan Tahunan Komnas Perempuan 2025 secara virtual, Senin (20/4/2026).
Maria pun memberikan penekanan khusus pada institusi pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Ia mensinyalir banyak kasus kekerasan seksual di kampus maupun sekolah yang selama ini hanya menguap tanpa pengungkapan yang tuntas secara hukum maupun administratif.
“Dan dalam kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan, baik di satuan pendidikan dasar, menengah, apalagi di perguruan tinggi, mari kita kawal bersama-sama,” tegasnya.
Lebih jauh, Maria mengajak publik dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya terpaku pada kasus yang baru muncul di permukaan.
Ia mendesak adanya penelusuran rekam jejak panjang untuk membongkar deretan korban yang kemungkinan besar telah ada sejak bertahun-tahun silam namun luput dari radar publik.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, Publik Tuntut Pelaku di-DO
“Kita lihat tahun belakangnya, tahun belakangnya lagi bahkan sepuluh tahun yang sebelumnya. Itu sudah sejumlah deretan korban kekerasan seksual yang luput dari perhatian kita semua,” paparnya.
Pernyataan Komnas Perempuan ini mengindikasikan adanya fenomena gunung es, di mana pelaku merasa leluasa beraksi karena minimnya pelaporan dari korban. Faktor rasa takut dan stigma seringkali membuat jejak pelaku tertutup rapat selama satu dekade lebih.
Maria menegaskan bahwa pengawalan publik secara kolektif adalah kunci untuk memutus pola kekerasan berulang ini. Penelusuran menyeluruh terhadap masa lalu pelaku diharapkan dapat memberikan keadilan bagi seluruh korban dan mencegah munculnya korban baru di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar
-
Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga
-
Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan
-
Tiga Tuntutan Demo Besar Kaltim Hari Ini: Audit Anggaran Rudy Masud hingga Independensi DPRD!
-
Demo Besar Kaltim Hari Ini: 1.700 Personel Gabungan Siaga di Kantor Gubernur Rudy Masud dan DPRD!
-
Jejak Berdarah Maluku Tenggara: Mengurai Benang Kusut Kematian Nus Kei di Tengah Rivalitas Politik
-
Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih
-
Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni