Bola / Bola Dunia
Kamis, 04 Juni 2026 | 17:21 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Baca 10 detik
  • Anggota DPR AS Sydney Kamlager-Dove mendesak Gianni Infantino menjelaskan praktik eksploitatif sistem harga tiket Piala Dunia 2026.
  • Jaksa agung New York dan New Jersey menyelidiki dugaan kesengajaan penciptaan kelangkaan tiket untuk menaikkan harga secara dinamis.
  • Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tajam mencapai Rp37,5 juta menjelang pembukaan turnamen pada 12 Juni 2026 mendatang.

Suara.com - Kontroversi harga tiket Piala Dunia FIFA 2026 kini merembet ke ranah politik di Amerika Serikat.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Sydney Kamlager-Dove, meminta Presiden FIFA Gianni Infantino hadir di Kongres untuk menjelaskan kebijakan penjualan tiket yang dinilai merugikan penggemar.

Kamlager-Dove, yang mewakili wilayah Los Angeles salah satu kota tuan rumah, menuding FIFA menerapkan praktik eksploitatif melalui sistem harga dinamis.

Ia bahkan membandingkan pendekatan tersebut dengan praktik dalam film The Godfather, menyebutnya sebagai bentuk tekanan terhadap suporter.

Tekanan ini muncul kurang dari dua pekan sebelum turnamen dimulai pada 12 Juni 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kontroversi makin panas setelah jaksa agung negara bagian New York dan New Jersey membuka penyelidikan.

Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]

Mereka mendalami dugaan adanya kelangkaan tiket yang sengaja diciptakan untuk mendongkrak harga melalui sistem dinamis.

Menurut Kamlager-Dove, sebanyak 69 anggota DPR sebelumnya telah mengirim surat resmi ke FIFA sejak Maret.

Namun, ia menilai tidak ada respons memadai dari badan sepak bola dunia tersebut.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Veteran: Daftar 8 Pemain Uzur Siap Unjuk Gigi

“Ini soal akses publik dan menghentikan eksploitasi terhadap penggemar,” ujar Kamlager-Dove dilansir dari O Globo. 

“Infantino harus datang dan menjawab langsung pertanyaan ini.”

Lonjakan harga menjadi keluhan utama. Laga pembuka Inggris melawan Kroasia pada 17 Juni di AT&T Stadium dilaporkan mematok harga mulai dari £524 (sekitar Rp3,9 juta) hingga £1.431 (Rp10,7 juta).

Untuk partai final pada 19 Juli, harga tiket bahkan menyentuh £5.002 atau sekitar Rp37,5 juta. Angka ini hampir empat kali lipat dibanding final Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar.

Kamlager-Dove juga meminta Presiden AS Donald Trump turun tangan.

Kamlager-Dove menegaskan fokus penyelenggaraan seharusnya pada pengalaman penggemar, bukan kepentingan elite organisasi.

Load More