- Timnas Iran menghadapi tantangan berat persiapan Piala Dunia 2026 akibat konflik geopolitik yang melanda negaranya sejak Februari lalu.
- Ketegangan politik menyebabkan kerumitan administratif dan logistik, seperti pemindahan lokasi basecamp tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.
- Meski dalam tekanan, para pemain Iran tetap fokus berlatih demi memberikan kebanggaan bagi rakyatnya di ajang Piala Dunia.
Suara.com - Timnas Iran menghadapi situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.
Di tengah perang yang masih berkecamuk dengan Amerika Serikat dan Israel, para pemain harus tetap bersiap tampil di Piala Dunia 2026.
Gelandang Iran, Saeid Ezatolahi, mengakui kondisi ini tidak mudah bagi seluruh tim.
“Sejujurnya, ini tidak mudah. Kami mengikuti berita dari negara kami, dan situasi politik tentu memengaruhi pikiran pemain,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.
Ketegangan bermula sejak perang pecah pada 28 Februari, dengan gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 8 April.
Meski konflik mereda, ketidakpastian masih tinggi dan sesekali bentrokan kembali terjadi.
Situasi tersebut berdampak langsung pada persiapan tim.
Seluruh pertandingan Iran di Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, membuat proses logistik dan administrasi menjadi rumit, termasuk pengurusan visa.
Skuad Iran saat ini menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki, sebelum beberapa pemain bertolak ke Ankara untuk mengurus visa.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar
Bahkan, lokasi basecamp tim terpaksa dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, akibat kendala tersebut.
Ezatolahi, yang akan tampil di Piala Dunia ketiganya, menilai pengalaman bisa membantu, namun tekanan tetap besar.
“Kami harus membersihkan pikiran dan tetap fokus karena tugas kami adalah berjuang untuk rakyat,” tegasnya.
Iran dipastikan akan memulai laga di Grup G melawan Selandia Baru, sebelum menghadapi Belgia dan Mesir.
Dua laga awal akan digelar di sekitar Los Angeles, yang memiliki komunitas diaspora Iran cukup besar.
“Kami berharap dukungan besar di stadion, tapi itu juga berarti ekspektasi tinggi,” kata Ezatolahi. “Kami ingin membuat mereka bangga.”
Berita Terkait
-
Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar
-
Waduh! H-8 Kick Piala Dunia 2026 Proyek Infrastruktur di Meksiko Masih Mangkrak
-
Peta Persaingan Grup C Piala Dunia 2026: Dominasi Brasil vs Ambisi Kuda Hitam
-
Ambisi Harry Kane di Piala Dunia 2026: Kawinkan Gelar Juara Dunia dengan Ballon d'Or
-
Daftar Nomor Punggung Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Harry Kane No. 9, Jude Bellingham No. 10
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Kevin Diks Puji Mathew Baker: Potensinya Besar dan Masih Sangat Muda
-
Manchester United Perpanjang Kontrak Kiper Veteran Tom Heaton hingga 2027
-
Pelatih Oman Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan atas Timnas Indonesia
-
Prancis Kalah Memalukan, Rayan Cherki Akui Les Blues Bukan Favorit di Piala Dunia 2026
-
Cerita Bomber Brasil di Piala Dunia: Tak Pernah Tidur Nikmati Malam Liar tapi Tetap Cetak Gol
-
Mau Liburan atau ke Piala Dunia 2026? Haaland Cs Bawa 300 Kg Ikan Plus 116 Kg Keju ke AS
-
Spanyol Ditahan Irak 1-1, Alarm Bahaya La Roja Menyala Jelang Piala Dunia 2026
-
Sinyal Bahaya Timnas Perancis, Tampil Buruk dan Dipecundangi Pantai Gading
-
Tanda-tanda Kegagalan Prancis di Piala Dunia 2026: Internal Ribut Berujung Ditekuk Pantai Gading
-
Eksperimen Gila Ancelotti Jelang Piala Dunia 2026: Remaja 19 Tahun Masuk Tim Inti Selecao