Bola / Bola Dunia
Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:09 WIB
Curhat Pemain Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026: Kami Main di Kandang Musuh [Instagram Saeid Ezatolahi]
Baca 10 detik
  • Timnas Iran menghadapi tantangan berat persiapan Piala Dunia 2026 akibat konflik geopolitik yang melanda negaranya sejak Februari lalu.
  • Ketegangan politik menyebabkan kerumitan administratif dan logistik, seperti pemindahan lokasi basecamp tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko.
  • Meski dalam tekanan, para pemain Iran tetap fokus berlatih demi memberikan kebanggaan bagi rakyatnya di ajang Piala Dunia.

Suara.com - Timnas Iran menghadapi situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.

Di tengah perang yang masih berkecamuk dengan Amerika Serikat dan Israel, para pemain harus tetap bersiap tampil di Piala Dunia 2026.

Gelandang Iran, Saeid Ezatolahi, mengakui kondisi ini tidak mudah bagi seluruh tim.

“Sejujurnya, ini tidak mudah. Kami mengikuti berita dari negara kami, dan situasi politik tentu memengaruhi pikiran pemain,” ujarnya dilansir dari Aljazeera.

Ketegangan bermula sejak perang pecah pada 28 Februari, dengan gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak 8 April.

Meski konflik mereda, ketidakpastian masih tinggi dan sesekali bentrokan kembali terjadi.

Situasi tersebut berdampak langsung pada persiapan tim.

Seluruh pertandingan Iran di Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, membuat proses logistik dan administrasi menjadi rumit, termasuk pengurusan visa.

Skuad Iran saat ini menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki, sebelum beberapa pemain bertolak ke Ankara untuk mengurus visa.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Bahkan, lokasi basecamp tim terpaksa dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, akibat kendala tersebut.

Ezatolahi, yang akan tampil di Piala Dunia ketiganya, menilai pengalaman bisa membantu, namun tekanan tetap besar.

“Kami harus membersihkan pikiran dan tetap fokus karena tugas kami adalah berjuang untuk rakyat,” tegasnya.

Iran dipastikan akan memulai laga di Grup G melawan Selandia Baru, sebelum menghadapi Belgia dan Mesir.

Dua laga awal akan digelar di sekitar Los Angeles, yang memiliki komunitas diaspora Iran cukup besar.

“Kami berharap dukungan besar di stadion, tapi itu juga berarti ekspektasi tinggi,” kata Ezatolahi. “Kami ingin membuat mereka bangga.”

Load More