Bola / Bola Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 | 07:13 WIB
Pelatih Timnas Tanjung Verde, Pedro Leitao Brito. (Instagram/caf_online)
Baca 10 detik
  • Tanjung Verde menahan imbang Spanyol 0-0 dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta, Senin (15/6/2026).
  • Hasil imbang ini menjadikan Tanjung Verde sebagai tim debutan pertama yang meraih poin pada edisi turnamen tahun ini.
  • Pelatih Pedro Leitao Brito menyatakan perluasan peserta Piala Dunia memberi kesempatan negara berkembang bersaing melawan tim papan atas.

Suara.com - Pelatih Timnas Tanjung Verde, Pedro Leitao Brito, menilai hasil imbang 0-0 melawan Spanyol di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa negara-negara yang selama ini dianggap kecil tetap pantas bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Hasil mengejutkan itu terjadi pada laga Grup H yang berlangsung di Atlanta, Senin (15/6/2026). Tanjung Verde berhasil menahan juara Eropa Spanyol meski terus mendapat tekanan sepanjang pertandingan.

Leitao Brito mengatakan pencapaian timnya menunjukkan bahwa perluasan peserta Piala Dunia menjadi 48 tim memberi kesempatan yang layak bagi negara-negara berkembang untuk menunjukkan kualitas mereka.

"Kita harus memberi selamat kepada tim-tim yang disebut kecil atas organisasi dan kerja keras yang mereka lakukan bersama tim nasional mereka," ujar Leitao Brito dilansir dari NST.

"Dunia sekarang lebih terbuka, dan tim nasional yang lebih kecil punya hak lebih besar untuk menghadapi tim-tim papan atas," imbuhnya.

Pernyataan itu muncul di tengah perdebatan mengenai format baru Piala Dunia 48 tim. Beberapa pihak di Eropa menilai kualitas turnamen menurun karena hadirnya negara-negara debutan seperti Tanjung Verde.

Namun, Leitao Brito menegaskan bahwa sepak bola tidak boleh hanya menjadi milik segelintir negara besar.

Pelatih yang pernah bermain 21 kali untuk Tanjung Verde antara 1989 hingga 2005 itu juga menilai pencapaian timnya memberi dampak penting bagi mental pemain.

"Ini tentu memberi kami lebih banyak stabilitas. Kami sudah lama bekerja untuk itu dan beberapa pemain pernah melalui masa-masa sulit. Dulu selalu ada sedikit hambatan, tetapi sekarang kami mungkin kalah dari tim besar, namun sikap dan keyakinan kami tetap kuat karena para pemain tahu mereka bisa bersaing," ungkap Leitao.

Baca Juga: Lampu Hijau, Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery

Tanjung Verde sendiri baru pertama kali tampil di Piala Dunia. Hasil imbang melawan Spanyol membuat mereka menjadi tim debutan pertama yang meraih poin di edisi 2026.

Sebelumnya, Haiti kalah 0-1 dari Skotlandia dan Curacao dibantai Jerman 1-7. Debutan lain, Uzbekistan, baru akan memainkan laga pertamanya melawan Kolombia.

Secara keseluruhan, wakil Afrika tampil cukup kompetitif dalam lima hari pertama turnamen. Pantai Gading berhasil mengalahkan Ekuador 1-0, sementara Mesir menahan Belgia 1-1.

Load More