SuaraCianjur.id- Dilihat dari judul, nampak aneh bukan? Apa hubungannya antara pemanasan global terhadap kesehatan reproduksi? Bukankah itu dua topik yang berbeda?
Mari kita bahas secara tuntas di artikel ini. Nah, sebenarnya persepsi bahwa pemanasan global atau perubahan iklim tidak berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi itu pemahaman kurang tepat.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar kampanye perubahan iklim yang dapat membahayakan ekosistem kehidupan manusia di muka bumi.
Perubahan iklim yang dimaksud dapat berdampak pada peningkatan suhu, perubahan curah hujan, banjir, cuaca dan musim yang tidak menentu, dan lainnya.
Mengutip salah satu postingan Instagram @tabu.id pada selasa (27/09/2022) yang menjelaskan beberapa hal yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi.
Perubahan iklim dapat berpengaruh pada kesehatan reproduksi lewat beberapa hal, diantaranya:
1. Kualitas udara yang kurang baik;
2. Bakteri, parasit, dan virus;
3. Kualitas dan kuantitas air yang minim;
Baca Juga: Ternyata Aborsi itu Legal, Berikut Aturan dan Penjelasannya
4. Meningkatnya kemiskinan.
Situasi tersebut memberikan dampat negatif terhadap kesehatan reproduksi, yang diantarnya adalah:
1. Meningkatnya kematian ibu dan kondisi ibu yang tidak sehat dikarenakan suhu panas, polusi udara, atau penularan penyakit vektor;
2. Polusi dan toksin dapat mengganggu kehamilan, kesehatan janin, dan kesuburan;
3. Berkurangnya akses untuk mendapatkan layanan keluarga berencana;
4. Infeksi pada alat reproduksi karena kurangnya air bersih dan danitasi serta manajemen kebersihan ketika menstruasi.
Untuk itu, mari kita tingkatkan perhatian kita dalam merawat kesehatan reproduksi ditengah perubahan iklim ini.
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta