- Puluhan oknum TNI mendatangi Polda Metro Jaya pada 9 Juli untuk mengambil paksa saksi dan barang bukti korupsi.
- Barang bukti berupa uang asing dan emas senilai Rp541 miliar disita terkait dugaan korupsi pejabat Kejaksaan Agung.
- IPW menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk perintangan proses hukum yang dapat mencemarkan kredibilitas institusi TNI secara keseluruhan.
Suara.com - Indonesia Police Watch (IPW) melontarkan tudingan serius terkait kedatangan puluhan orang yang diduga anggota TNI ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7) dini hari.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, rombongan yang disebut dipimpin dua perwira berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI itu diduga hendak mengambil secara paksa saksi serta barang bukti yang tengah diperiksa penyidik.
"Kedatangan orang-orang yang diduga oknum TNI ini diinformasikan hendak mengambil secara paksa saksi-saksi dan barang bukti yang sedang diperiksa oleh Dirkrimsus Polda Metro Jaya," kata Sugeng dalam pernyataannya, Kamis (9/7/2026).
Penyidikan diketahui masih bagian dari penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan joint committee Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Menurut Sugeng, perkara itu berkaitan dengan dugaan korupsi yang menyeret seorang pejabat utama di Kejaksaan Agung.
IPW menyebut penyidik sebelumnya menemukan barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang asing dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD), serta emas batangan yang nilainya diperkirakan mencapai Rp541 miliar.
Barang bukti tersebut ditemukan saat penggeledahan di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan dan sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, yang disebut-sebut diduga terkait dengan seorang pejabat utama Kejaksaan Agung.
IPW mengecam apabila benar terdapat upaya untuk mengambil saksi maupun barang bukti dari tangan penyidik.
"Tindakan oknum-oknum TNI ini dapat mencemarkan nama baik institusi TNI, dapat mencemarkan, merendahkan institusi TNI seakan-akan institusi TNI adalah lembaga yang tidak mengerti dan menghormati proses hukum yang sah," kritiknya.
Baca Juga: Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur
Menurut Sugeng, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai upaya menghalangi proses penegakan hukum atau obstruction of justice.
Ia menilai tindakan tersebut berpotensi dijerat Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi maupun Pasal 221 KUHP lama mengenai perintangan proses hukum.
Berita Terkait
-
Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur
-
DPR Dukung Kortas Tipikor Bongkar Skandal Batu Bara: TNI-Polri dan Jaksa Harus Solid!
-
Viral! Eks Ajudan Prabowo Disebut Pimpin Penjemputan Saksi Kasus Jampidsus di Polda Metro
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Hendardi Minta Presiden Turun Tangan Usut Oknum TNI yang Diduga Halangi Penyidikan Korupsi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK
-
Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu
-
Geger Isu Teror di Kantor BGN, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Garansi Harga BBM Rakyat Kecil Tak Naik, Prabowo Sentil Pengusaha Pakai Lamborghini
-
Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur
-
Nama Febrie Terseret Isu Korupsi, Habiburokhman: Jika Bukti Kuat Harus Diproses
-
Tragedi di Gorong-gorong Cipayung, 3 Pekerja Proyek Pipa Air Tewas Diduga Keracunan Gas
-
DPR Dukung Kortas Tipikor Bongkar Skandal Batu Bara: TNI-Polri dan Jaksa Harus Solid!
-
Sentil Erick Thohir, Prabowo Resah Indonesia Tak Masuk Piala Dunia: Boy, Kasih Tahu Adikmu
-
Kaca Gedung BGN Pecah, Polisi Bantah Dugaan Peluru Nyasar