SuaraCianjur.id- Tragedi Kanjuruhan Malang menjadi tanggung jawab bersama bukan malah saling lempar tanggung jawab. Korban dalam insiden tersebut mencapai 132 orang meninggal dunia.
Apa yang dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan pihak dari Indosiar selaku pemegang hak siar dari kompetisi Liga 1 2022-2023, seolah seperti saling lempar bola panas, terkait siapa yang menentukan jadwal Arema FC vs Persebaya Surabaya yang bermain pada hari Sabtu (1/10) malam hari.
Seperti yang diketahui, pertandingan tersebut digelar pada pukul 20.00 WIB. Polisi sebelumya sudah memberikan rekomendasi saran, agar peluit kick off babak pertama dilaksanakan pada sore hari.
Disebutkan kalau PT LIB akhirnya tidak menggubris imbauan dari pihak keamanan, hingga akhirnya tetap melangsungkan duel derbi Jatim itu di malam hari.
Kemudian usai pertandingan tragedi pun terjadi. Sebanyak 132 orang meninggal dunia. Kini peristiwa maut itu menjadi sorotan dunia. Tragedi Kanjuruhan Malang menyisakan luka dan tamparan keras bagi Indonesia.
Menurut Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengungkapkan, keterangan yang diberikan oleh pihak PT LIB, jadwal malam pertandingan Arema FC vs Persebaya adalah permintaan dari Indosiar selaku pemegang hak siar Liga 1 2022-2023.
"PT LIB mengatakan broadcaster mintanya begitu, harus dipenuhi. Menurut PT LIB. Mereka mengatakan [laga harus tetap kick-off malam hari] karena broadcaster yang meminta," kata anggota TGIPF, Rhenald Kasali, kepada awak media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022) seperti dikutip dai Suara.com.
PT LIB memberikan pengakuan kepada TGIPF yang dalam kenyataannya bertolak belakang dengan keterangan Indosiar.
Menurut Direktur Programing Indosiar, Harsiwi Achmad, turut membantah jika itu bukan keputusan mereka untuk menggelar di malam hari.
Baca Juga: Heboh KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora, harusnya Dibuat Merintih Nikmat Bukan Dibuat Kesakitan
"Tapi sekali lagi, tadi kami menjelaskan bahwa jadwal tayang itu sudah disusun dari awal oleh PT LIB dikoordinasikan dengan Indosiar," kata Harsiwi, usai pertemuan dengan TGIPF di kantor Kemenko Polhukam, pada hari Selasa (11/10) kemarin.
Menurutnya PT LIB yang menentukan jadwal tayang, pihaknya hanya mengikuti dari jadwal yang sudah disediakan.
"Kemudian dalam perjalanannya pasti terjadi dinamika dan ending memang PT LIB yang menentukan jadwal tayang. Kemudian Indosiar harus mengikuti jadwal tayang tersebut," ungkapnya.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Joan Laporta Resmi Mundur dari Presiden Barcelona, Ada Masalah Apa?
-
Sepeda Listrik yang Bagus Merk Apa? 5 Rekomendasi Murah Tapi Berkualitas
-
Wamensos Buka Pelatihan Sekolah Rakyat di Magelang: Siap Cetak Generasi Kaya & Berkarakter Kuat!
-
PSI Soal Wacana Zulhas Maju di 2029: Cawapres Kita Serahkan kepada Prabowo
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Hapus Impunitas Oknum Aparat, Komisi XIII DPR Didorong Masukkan Revisi UU 31/97 ke Prolegnas
-
Mengenal Fitur Itel A100 4G, HP Murah Sejutaan Tangguh Mirip OnePlus 15
-
Sinopsis Minions & Monsters: Mimpi Kuasai Hollywood Berujung Petaka