/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:45 WIB
Adik dari Brigadir J bernama Mahareza Rizky ketika menceritakan soal kematian kakanya Irma Hutabarat. (Foto Tangkapan Layar Youtube Irma Hutabarat)

SuaraCianjur.id- Adik dari almarhum Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabrat bernama Mahareza Rizky menceritakan saat situasi yang penuh tegang di malam kematian kakaknya.

Ketika itu diceritakan pada hari Jumat (8/7) malam pukul 20.00 WIB, Mahareza Rizky merasakan gejolak dalam hatinya yang dipenuhi rasa was-was. Ia dipanggil ke gedung Propam Polri.

Degupan jantuang Mahareza Rizky semakin tak beraturan, takut ketika dirinya dibawa ke ruang pemeriksaan gedung Div Propam Polri yang berada di lantai tiga.

Ketika di lokasi tersebut, Mahareza sempat berpapasan dengan mantan Karo Paminal Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan.

Mahareza mencoba mengingat kembali soal kesalahan yang dilakukan dirinya. Tapi dia sangat yakin tidak melakukan kesalahan apapun dalam tugasnya. Muncul pertanyaan kenapa dirinya dipanggil ke ruang pemeriksaan Div Propam Polri.

Lantas ketika itu Mahareza yang belum mengetahui kakaknya tewas, mencoba untuk menghubunginya. Ada harapan muncul saat dirinya ingin menghubungi kakanya yang menjadi ajudan dari Ferdy Sambo, sebagai Kadiv Propam Polri.

Mahareza berharap kakaknya bisa membantu, dari situasi yang sebetulnya dia juga tidak tahu apa yang terjadi.

"Saya ketakutan kenapa orang Paminal , orang Provos banyak banget. Jam delapan malam saya ngechat abang. Saya ketakutan, waswas, saya chat abang ‘Adik dipanggil ke Biro Propam kenapa ya’," ucap Mahareza.

Hal itu diceritakan olehnya kepada Irma Hutabarat dalam sebuah tayangan di Channel Youtube Irma Hutabarat - HORAS INANG, seperti dilihat Kamis (27/10/2022).

Baca Juga: Nikita Mirzani Disunggung Netizen saat Ngamuk-ngamuk Ditahan Kejaksaan Serang, Teriak Ferdy Sambo

Bripda Reza Hutabarat ini mengaku kalau dirinya cukup akrab dengan sosok Bharada E juga dengan ajudan Sambo yang lainnya.

Dirinya merasa ada yang janggal ketika menghubungi Brigadir J. Menurutnya pesan dari aplikasi WhatsApp tak terkirim ke Brigadir J. Menurutnya ponsel sang kakak sangat jarang mati.

"Jarang hapenya mati kalaupun dia tidur, chat bakal masuk," terang Mahareza.

Mahareza Rizky menceritakan ketika dirinya dipanggil ke gedung Propam Polri, saat itu dirinya tak tahu kalau sang kakak telah tewas di rumah dinas Ferdy Sambo. (sumber: Foto Tangkapan Layar Youtube Irma Hutabarat)

Dirinya berinisiatif  mengisi pulsa regular untuk menelpon Brigadir J. Tapi tetap usaha itu tidak bisa menghubungi kakanya. Kemudian tak berselang lama munculah sosok Karo Provos Propam Polri bernama Brigjen Benny Ali, untuk bertemu dengannya di sebuah ruangan.

Mahareza dan Benny berbicara berdua, dan diberitahu kalau Brigadir J tewas ketika berada di rumah dinas Kadiv Propam Polri. Apa yang diceritakan kepada Mahareza adalah skenario Ferdy Sambo.

Brigadir J diceritakan kepada Mahareza ketahuan melakukan pelecehan kepada Putri Candrawathi. Cerita ini mejadi awal kronologi ketika kasus ini mencuat ke publik.

Load More