/
Sabtu, 21 Januari 2023 | 10:42 WIB
Akademisi Ayang Utriza Yakin menyebut Biaya Haji 2023 jika tidak disubsidi memang seharusnya mahal (Sumber ilustrasi: Kementerian Agama)

SuaraCianjur.id - Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Biaya Haji 2023 naik menjadi Rp 69 Juta, Jumat (20/1/2023).

Biaya haji tersebut naik Rp 29 juta dari tahun sebelumnya, yang dipatok di angka Rp 40 juta.

Kendati menjadi lebih mahal, akademisi yang juga merupakan tokoh NU Ayang Utriza Yakin berpendapat biaya haji memang mahal jika seandainya tidak disubsidi pemerintah.

Ia pun menekankan Biaya Haji 2023 tersebut masih ditopang subsidi negara sebesar 30% dari total keseluruhan biaya.

Ayang membandingkannya dengan biaya haji di Eropa yang berkisar antara €5.000 (Rp 82 juta) hingga €11.500 (Rp 190 juta).

"Memang biaya haji tanpa subsidi negara itu mahal. Di Eropa, biaya haji berkisar antara 5.000€ (paling murah) sd 11.500€ (ONH Plus)," tulis Ayang Utriza Yakin melalui akun Twitter-nya, dikutip Sabtu (21/1/2023).

Tangkapan layar tweet Ayang Utriza Yakin (sumber: @Ayang_Utriza)

Dosen Université catholique de Louvain asal Belgia tersebut juga menanggapi, seandainya Biaya Haji 2023 di Indonesia dikenakan tanpa subsidi, maka angkanya akan berada di sekitar Rp 100 juta.

"Klo tanpa subsidi, kayanya antriannya gak akan sepanjang ini ya tadz ?" tanya akun @bujangkinangan dalam kolom komentar.

"Betul, sekitar Rp. 100 juta." Balas Ayang Utriza Yakin. (*)

Baca Juga: Meski Baru Perpanjang Kontrak, Arab Saudi Tak Kenal Lelah 'Goda' Messi Pindah dari PSG

Load More