/
Kamis, 20 Juli 2023 | 18:00 WIB
Erick Thohir, selaku Ketua PSSI, telah mengumumkan bahwa ada kebijakan untuk melarang kehadiran suporter tur tandang di ajang kompetisi sepak bola Indonesia selama dua tahun ke depan. (Dok. PSSI)

SUARA CIANJUR - Ketua PSSI, Erick Thohir, telah mengumumkan keputusan penting terkait dengan kehadiran suporter tur tandang di ajang sepak bola Indonesia, termasuk kompetisi BRI Liga 1.

Menurutnya, larangan tersebut akan berlaku selama dua tahun ke depan dan memiliki dasar hukum dalam perjanjian antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pemerintah Indonesia, yang juga melibatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Kebijakan larangan suporter tur tandang ini diumumkan sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam pertandingan sepak bola di tanah air.

Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kekerasan yang melibatkan suporter tur tandang telah menjadi sorotan utama dan mempengaruhi citra sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Dengan adanya perjanjian antara PT LIB, Polri, dan pemerintah, keputusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi dunia sepak bola di Indonesia.

Keputusan ini menuai tanggapan beragam dari berbagai pihak.

Beberapa pihak mendukung langkah Ketua PSSI, Erick Thohir, karena menganggapnya sebagai langkah tegas untuk menekan tindakan-tindakan negatif dan menjaga ketertiban dalam pertandingan.

Mereka berharap, dengan adanya larangan ini, suasana di stadion akan lebih kondusif dan menyenangkan bagi penonton maupun pemain. (*)

Baca Juga: Jonathan Latumahina Sampaikan Pandangannya tentang Restitusi di Pengadilan

Load More