Bripka RR membujuk Brigadir J untuk menemui PC, sehingga Brigadir J menuju kamar di lantai 2 untuk menemui PC. Pembicaraan antara keduanya berlangsung kurang lebih selama 15 menit.
Bripka RR yang menunggu di luar kamar, mengaku tidak mendengar percakapan antara Brigadir J dan PC.
7. Brigadir J menolak bercerita
Setelah percakapan tersebut selesai, Bripka RR menanyakan mengenai peristiwa yang terjadi kepada Brigadir J yang telah keluar dari kamar. Namun, Brigadir J menolak untuk memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.
8. Bripka RR menolak perintah FS untuk menembak Brigadir J
FS sempat meminta Bripka RR untuk menembak Brigadir J, namun Bripka RR menolak perintah tersebut dengan mengatakan tidak berani dan tidak kuat mental secara halus kepada FS.
9. Ferdy Sambo menanyakan peristiwa di Magelang
Ferdy Sambo, sebelum memerintahkan Bripka RR untuk menembak Brigadir J, ia menanyakan kepada Bripka RR mengenai peristiwa di rumah FS di Magelang berupa tindakan pelecehan Brigadir J terhadap PC. Mendengar pertanyaan tersebut, Bripka RR mengaku bahwa tidak mengetahui mengenai peristiwa tersebut.
10. Brigadir J diperintahkan untuk jongkok sebelum dieksekusi
Baca Juga: Australia Pasang Target Baru dalam RUU Pengurangan Emisi yang Diloloskan Parlemen
Bripka RR diminta KM untuk menemui Brigadir J, mereka pun kemudian menemui FS dan Bharada E di ruang tengah rumah dinas FS.
Bripka RR mengaku hanya mendengar FS memerintahkan Brigadir J untuk jongkok, namun Brigadir J menolak dan mundur dengan mengangkat kedua tangannya.
Demikian penjelasan mengenai kesaksian Bripka RR terkait pembunuhan Brigadir J.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Polri Ungkap Pelanggaran AKBP Pujiyarto Karena Tak Profesional Tangani Laporan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi
-
Geng Sambo Mau 'Culik' Orang Tua Bharada E, Korps Elit Loreng Langsung Bergerak Menyelamatkan
-
Anak Ferdy Sambo Dijamin Menteri PPPA, Warganet Geram: Anak Lain Bagaimana?
-
Hasil Tes Kebohongan Ferdy Sambo Dirahasiakan Polri, Serupa dengan Putri Candrawathi
-
Rencana Bripka RR Ajukan Diri Jadi JC, Tapi Batal Karena Takut Sambo? Kuasa Hukum: Jika Ada Ancaman
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18 Persen, Indonesia Jadi Target Utama Hacker
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Pertama dalam Sejarah! HJB ke-544 Dipusatkan di Kaki Gunung Halimun Salak
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
4 Sepatu Lari yang Ringan dengan Perlindungan Ekstra, Harga 400 Ribuan