Deli.Suara.com – Dalam kunjungannya ke Nias, Sumatera Utara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima aspirasi dari anggota Pengurus Cabang (Pengcab) Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Kabupaten Nias Selatan di Hotel Kaliki, Kota Gunungsitoli.
Salah satu aspirasinya adalah meminta pemerintah dan perusahaan penerbangan untuk membuka kembali rute penerbangan direct atau langsung menuju Kepulauan Nias, Sumatera Utara.
Ganjar mengatakan, potensi pariwisata dan ekonomi Kepulauan Nias harus dioptimalkan, salah satunya dengan membuka kembali rute penerbangan direct agar akses wisatawan yang ingin datang ke Nias semakin mudah.
“Wisatanya bagus, keindahannya bagus kayanya problemnya sama kaya yang lain di daerah remote area yaitu penerbangan yang tidak bisa intens, rutin gitu ya. Dulu ada direct dari Jakarta tapi hari ini tidak ada lagi. Maka ini jadi aspirasi mereka,” tutur Ganjar, Senin (26/9/2022).
Sebagai Ketua Umum KAGAMA, Ganjar berjanji akan menyampaikan aspirasi itu ke sejumlah menteri dan perusahaan penerbangan.
Namun, Ganjar juga menjelaskan, untuk merealisasikan rencana tersebut, maka jadwal penerbangan dari dan menuju Kepulauan Nias harus dihitung dengan betul baik dari pemerintah daerahnya maupun dinas pariwisata untuk meyakinkan perusahaan penerbangan.
“Sebagai Ketua Umum KAGAMA saya juga bisa komunikasi dengan beberapa menteri dan perusahaan penerbangan agar ada lagi penerbangan direct yang ke sini,” ujar Ganjar.
“Tinggal dihitung saja apakah seminggu dua sampai tiga kali, syukur-syukur setiap hari. Kalau memang marketnya bagus, dugaan saya akan bisa meningkatkan kembali wisata yang ada di sini,” tambahnya.
Selain itu, Ganjar juga mendorong Pengcab KAGAMA Nias untuk lebih sering berjejaring dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan pihak kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyampaikan program kerja di daerahnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Tipis, Tekanan Nilai Tukar Dolar Mulai Terasa
“Sehingga diharapkan kawan-kawan KAGAMA di Nias bisa duduk bareng dan membantu berjejaring dengan KAGAMA Pusat dan UGM,” terang Ganjar.
Selain menerima aspirasi, Ganjar Pranowo juga menerima hadiah berupa alat musik Tutuhao dan sebuah buku yang mengulas tentang Pulau Nias.
Saat mengunjungi Museum Ganjar menyempatkan diri memainkan Tutuhao atau alat musik khas Nias yang terbuat dari bambu.
Setelah 20 menit mempelajari sejarah Nias, Ganjar diberi hadiah alat musik Tutuhao dan buku yang diserahkan langsung oleh Direktur Museum Nias, Nata’alui Duha.
“Iya alat musik yang sangat menarik dan ternyata entah kenapa mereka membuat karya yang cukup bagus ini, Tutuhao. Jadi, alat musik pukul menghasilkan tiga suara ternyata. Ada suara gong, gendang dan canang dan ternyata ini dari bambu,” papar Ganjar.
Menurut Ganjar, adanya Tutuhao menjadi penanda bahwa nenek moyang, terutama di Pulau Nias memiliki sains of art yang tinggi di bidang musik.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Hormati Kebijakan Partai yang Usung Calon Pilpres 2024
-
Simulasi Capres Versi CSIS: Elektabilitas Ganjar Tertinggi Diapit Prabowo dan Anies, Puan Terseok-seok di Bawah AHY
-
PDIP Blunder! Celeng Versus Banteng, Nama Ganjar Pranowo Terus Melejit
-
Potensi Wisata Tinggi, Ganjar Minta Penerbangan Langsung ke Nias Dibuka
-
Sambil Makan Durian, Ganjar dan GMNI Sumut Didampingi Bobby Nasution Bahas Energi Baru Terbarukan dan Kemajuan Bangsa
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Sidang OTT KPK OKU Bongkar Dugaan Fee Rp3,7 Miliar, Ini Alur Uangnya