/
Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:50 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali berpesan kepada seluruh jajarannya agar tidak lagi memamerkan barang-barang mewah atau bertingkah hedon. Apalagi hal itu dipamerkan melalui postingan di media sosial.

“Ini juga yang selalu menjadi pesan salah satu akhlak Rasulullah melekat dengan kesederhanaan. Pak Presiden juga menyampaikan tinggalkan gaya-gaya yang tidak pas pada saat ini, kehidupan hedonis,” ucap Listyo Sigit saat acara Maulid Nabi yang diadakan Mabes Polri di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (18/10/2022). 

Listyo menuturkan, kondisi sosial masyarakat belakangan ini sedang tidak stabil. Ia meminta bawahannya bisa hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya.

“Rekan-rekan bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi,” kata Listyo.

Listyo kembali menegaskan jangan sampai institusi Polri dipakai hanya untuk sekadar mencari jabatan.

“Jadikan ini semua sebagai amal ibadah,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berang melihat gaya hidup polisi yang belakangan dinilai tidak memiliki sense of crisis di tengah situasi global yang tidak stabil. 

Jokowi mengingatkan polisi harus memperhatikan betul perihal gaya hidup parlente. 

Hal ini diungkapkan Jokowi saat memanggil sejumlah pejabat tinggi Polri di Istana Negara pada Jumat (14/10/2022). 

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2022, Ronaldo Ingatkan Momen Menyakitkan Timnas Brazil, Berikan Perhatian Khusus untuk Neymar dan Skuad Timnas

“Situasi seperti ini harus ngerti sehingga punya sense of crisis yang sama, hati-hati dengan ini hati-hati. Sebab itu saya ingatkan masalah gaya hidup, lifestyle,” kata Jokowi. 

Ia menilai gaya parlente Polri itu justru menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Ditambah, situasi ekonomi belakangan ini sedang sulit. 

“Jangan sampai dengan situasi yang sulit, ada letupan-letupan sosial karena adanya kecemburuan sosial ekonomi, kecemburuan sosial ekonomi, hati-hati,” tegas Jokowi.

Sumber: Suara.com 

Load More