/
Senin, 31 Juli 2023 | 11:26 WIB
Thomas Doll saat masih menjadi pelatih Hanover. (Christof STACHEAFP)

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengevaluasi performa timnya saat menghadapi Persebaya Surabaya dengan jumlah pemain lebih banyak. Pada pertandingan Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu lalu, Persebaya harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Arief Catur mendapat kartu merah pada menit ke-28 akibat pelanggarannya terhadap Witan Sulaeman.

Meskipun Persija berhasil mencetak gol melalui sepakan Ryo Matsumura pada menit ke-38, mereka mengalami kesulitan menghadapi situasi 11 lawan 10 terutama pada babak kedua. 

Doll mengakui bahwa tim lawan, meskipun bermain dengan sepuluh pemain, tetap berusaha maksimal dan tidak menyerah, sehingga membuat Persija kesulitan dalam mengendalikan permainan.

"Tim lawan sudah nothing to lose. Pemain kami mungkin berpikir kami tidak lagi perlu lari 100 persen, kami tidak begitu berkonsentrasi, dan kemudian perlahan-lahan Anda kehilangan kendali permainan. Dan ini sangat berbahaya karena Anda pikir itu mudah, dan kami harus belajar," ujar Doll pada sesi konferensi pers usai pertandingan.

Menariknya, dalam pertandingan ini, Doll mengambil keputusan yang cukup tepat dengan memainkan Riko dan Matsumura di lini depan sebagai dua penyerang. 

Keputusan ini ternyata memberikan hasil yang baik dengan Persija berhasil meraih tiga poin. 

Doll juga menyatakan rasa hormatnya kepada pelatih Persebaya, Aji Santoso, yang dianggapnya telah memberikan instruksi bermain yang bagus kepada timnya.

Pada babak kedua, Doll melakukan tiga pergantian pemain secara bersamaan dengan memasukkan Aji Kusuma, Resky Fandi, dan Akbar Arjunsyah. 

Keputusan ini diambil karena beberapa pemainnya tampak kelelahan, terutama dengan situasi 11 lawan 10 yang memaksa para pemain Persija untuk berlari lebih intensif.

Baca Juga: Cerita Arryan Naufal, Anak Sopir Truk Penerima Beasiswa Prestasi PHR

Doll juga mencatat bahwa saat ini Persija tidak memiliki banyak pilihan penyerang murni, sehingga dia harus beradaptasi dengan situasi tersebut. 

Salah satu cara yang diambilnya adalah memberikan peran lebih menyerang kepada dua pemain, yakni Ryo dan Riko Simanjuntak, meskipun sebenarnya mereka adalah gelandang atau pemain sayap.

Load More