- Perum Bulog masih menunda ekspor 200.000 ton beras ke Malaysia akibat ketidaksepakatan harga antara kedua negara tersebut.
- Pemerintah menolak tawaran harga Malaysia di bawah Rp10.000 per kilogram karena dianggap merugikan dibandingkan harga pasar domestik.
- Bulog menetapkan harga jual beras premium berkisar Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram guna menjaga nilai ekonomi komoditas nasional.
Suara.com - Harapan pemerintah untuk merealisasikan ekspor beras ke negara tetangga, Malaysia, kini tengah menghadapi tantangan besar di meja negosiasi.
Perum Bulog mengungkapkan bahwa rencana pengiriman komoditas pangan tersebut masih tertahan akibat belum tercapainya kesepakatan harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa secara teknis, kualitas beras Indonesia sudah memenuhi standar yang diinginkan pihak Malaysia. Namun, hambatan utama muncul dari nilai penawaran yang diajukan oleh calon negara pembeli tersebut.
Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti adanya selisih harga yang cukup lebar antara ekspektasi Indonesia dan tawaran Malaysia. Pihak Malaysia diketahui mengajukan harga beli di bawah level Rp10.000 per kilogram. Angka ini dinilai sangat tidak masuk akal jika dibandingkan dengan struktur harga beras di dalam negeri.
Sebagai perbandingan, Bulog mematok target harga ekspor di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Hal ini didasarkan pada kualitas beras yang akan diekspor, yakni kelas premium dengan tingkat kerusakan (pecahan) hanya 5 persen.
"Harga yang ditawarkan mereka masih terlalu rendah, di bawah sepuluh ribu. Padahal, beras yang kita siapkan adalah kualitas premium dengan broken 5 persen," ujar Rizal saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Rizal memaparkan rincian perbandingan harga untuk memberikan gambaran logis mengapa Indonesia belum bisa melepas stok tersebut:
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan): Di dalam negeri saja, beras subsidi kelas menengah ini sudah dibanderol Rp12.500 per kilogram.
Beras Premium Domestik: Beras dengan tingkat pecahan 15 persen di pasar lokal saat ini mencapai Rp14.900 per kilogram.
Baca Juga: Temukan Peluang Kembangkan Usaha, Mardiana Pilih Tumbuh Bersama PNM Mekaar
Dengan kondisi tersebut, menjual beras premium ke Malaysia dengan harga di bawah Rp10.000 dianggap akan merugikan negara secara finansial.
Rizal menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin menjual aset pangan nasional dengan harga yang sangat murah kepada pihak asing sementara harga di dalam negeri lebih tinggi.
"Tidak mungkin kita melepas di harga segitu. Masa kita memberikan subsidi ke negara lain? Itu jelas tidak mungkin kita lakukan," tegasnya.
Meski saat ini masih menemui jalan buntu, Bulog menyatakan bahwa proses pembahasan ekspor sebanyak 200.000 ton beras ini masih terus berjalan. Pemerintah tetap membuka pintu dialog dengan harapan Malaysia bersedia menaikkan tawaran harga agar lebih kompetitif dan mencerminkan nilai pasar yang adil.
Tag
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!
-
Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi
-
Momen Langka Gajah Liar Melahirkan di Pinggir Jalan Viral, Netizen Tersentuh
-
Gelapkan Uang Zakat Rp800 M, Pelaku Pakai Dana Umat untuk Investasi dan Beli Mobil Mewah
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat
-
Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp63.750/kg, Daging Sapi Ikut Naik
-
Alasan Kuat Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Kursi Dirjen Kemenkeu
-
Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
-
Emas Antam Terpeleset Jatuh Lagi, Harganya Tembus Rp 2.805.000/Gram
-
IHSG Bangkit Menghijau Kamis Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI
-
Waspada Vape Bodong! Konsumen Diimbau Pilih Produk Berpita Cukai demi Keamanan
-
Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman