/
Rabu, 02 Agustus 2023 | 14:32 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (Instagram/@ganjar_pranowo) ((Instagram/@ganjar_pranowo))

Kandidat calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo mengatakan akan mengubah program-program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dirasa tidak sejalan dengan visinya jika terpilih sebagai Presiden. Hal ini mirip dengan apa yang telah dilakukan oleh Anies Baswedan.

Sebelumnya, program dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan ini kerap menuai sorotan karena dinilai akan mengubah program-program Presiden Joko Widodo. 

Ganjar mengungkapkan hal ini dalam respons terhadap hasil survei dari lembaga Australia, Utting Research, yang menemukan hanya 18 persen responden ingin calon presiden melanjutkan program pemerintahan Jokowi.

"Kalau ada yang tak benar kita hentikan, kecuali ada yang tak pas, kita koreksi," ujar Ganjar di Kuningan City, Jakarta, pada Sabtu (29/7/2023).

Namun, menurut Dedi Kurnia Syah, pengamat politik, pernyataan Ganjar ini bisa membuatnya semakin menjauh dari Jokowi. Menurut Dedi, Ganjar akan menghadapi tantangan dalam menarik dukungan dari pemilih Anies dan bisa berpotensi menimbulkan gesekan dengan job approval rating Jokowi yang tinggi.

Dedi, yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) mengatakan bahwa Ganjar bisa semakin menutup peluang dekat dengan Jokowi.

"Dengan statement itu, justru Ganjar akan semakin dijauhi Jokowi," Dia juga berpendapat bahwa Ganjar terlambat dalam mencoba bermanuver karena Anies Baswedan telah lebih awal dan lebih dipercaya dalam melakukan evaluasi kebijakan Jokowi.

"Situasi ini membuat Ganjar seolah kehilangan arah dalam mencari dukungan," simpulnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Baca Juga: Gemes! Anak Rizky Billar Dorong Lesti Kejora Pakai Stroller Bayi: Ini Baru Abang ke Dede

Load More