- Serangan militer Israel di Lebanon pada Rabu (3/6/2026) menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis dan seorang tentara.
- Eskalasi serangan mencapai pinggiran Beirut dan wilayah lainnya, memicu kekhawatiran meluasnya konflik serta terancamnya upaya gencatan senjata internasional.
- Ketegangan ini memperburuk krisis kemanusiaan dengan ribuan korban jiwa serta jutaan warga Lebanon yang terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya.
Suara.com - Serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis, dalam eskalasi terbaru yang juga menjangkau pinggiran ibu kota Beirut.
Serangan pada Rabu (3/6/2026) waktu setempat menyasar sedikitnya 10 kendaraan, termasuk sebuah ambulans.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan korban jiwa tersebar di beberapa wilayah, termasuk Chehour dan kota pesisir Tyre.
Seorang tentara Lebanon juga dilaporkan tewas saat melintas di wilayah selatan.
Sementara itu, menurut laporan Al Jazeera, dua orang lainnya terluka akibat serangan di kawasan Khaldeh, gerbang selatan menuju Beirut.
Serangan di dekat Beirut memicu kekhawatiran serius bahwa konflik tidak lagi memiliki garis depan yang jelas.
“Ini menegaskan bahwa tidak ada batas aman dalam konflik ini,” ujar koresponden Zeina Khodr.
Eskalasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Lebanon di Washington.
Namun, serangan terbaru justru menguji komitmen gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.
Baca Juga: Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji membatalkan serangan ke Beirut.
Namun, Israel tetap membuka kemungkinan serangan jika Hizbullah terus melakukan aksi militer.
Trump mengakui adanya ketegangan dengan Netanyahu.
“Saya sedikit terganggu dengan dia yang terus bertempur dengan Lebanon,” ujarnya.
Di sisi lain, Netanyahu bersikukuh bahwa Israel harus melucuti Hizbullah dan mendemiliterisasi Lebanon demi mencapai perdamaian jangka panjang.
Konflik juga meluas dengan serangan balasan dari Hizbullah yang meluncurkan roket ke wilayah Israel utara.
Berita Terkait
-
Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan