/
Senin, 18 September 2023 | 14:20 WIB
Panglima Dayak Pajaji (Facebook/Panglima Pajaji SKW)

Perselisihan terkait lahan di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, kini menjadi pusat perhatian Panglima Dayak Pajaji, tokoh masyarakat adat yang berada di Kalimantan.

Panglima Dayak Pajaji mengungkapkan niatnya untuk berdiri membela warga Pulau Rempang yang menghadapi potensi relokasi gegara proyek pembangunan Rempang Eco City.

Situasi menjadi lebih tegang setelah tersebar video yang memperlihatkan Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, memerintahkan pasukannya untuk mengatasi warga Rempang dengan metode "piting".

Dalam video tersebut, Laksamana Yudo Margono mengatakan, satu anggota TNI bisa memiting satu warga Rempang. Jika ada 1.000 warga Rempang yang protes, kata Yudo Margono, maka pihaknya juga akan mengeluarkan 1.000 anggota TNI untuk memiting mereka.

“Lebih dari masyarakatnya itu satu orang miting satu. Ya kan TNI umpanya, masyarakatnya 1.000 ya kita keluarkan 1.000 (anggota TNI). Satu (anggota TNI) miting satu (warga). Itukan selesai. Gak usah pakai alat, dipiting aja satu-satu,” kata Yudo Margono dalam video yang viral.

Pernyataannya itu langsung dikecam keras oleh Panglima Pajaji. Ia mengkritik penggunaan tindakan represif dari aparat dalam menyelesaikan persoalan di Pulau Rempang.

“Saya sangat menyesalkan perbuatan aparat penegak hukum yang mengintimidasi masyarakat, yang ada di Pulau Rempang. Saudara-saudara saya yang ada di sana. Saya akan turun tangan langsung membantu kalian yang ada di Rempang,” ujar Panglima Pajaji dalam akun TikToknya, Minggu (17/9/2023).

Sosok Panglima Dayak Pajaji

Panglima Dayak Pajaji lahir pada 15 Agustus 1995. Saat ini, ia tinggal di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan dikenal sebagai pemimpin Pasukan Pantak Padagi Borneo.

Baca Juga: Fantastis, Pendapatan Global Film Oppenheimer Tembus Rp 13 Milyar Lebih!

Dilansir dari halaman Facebook resmi Panglima Pajaji Skw, ia dikenal memiliki ilmu kebal dan diklaim tidak bisa dilukai oleh senjata.

Sosoknya juga mengatakan bahwa ilmu ini diperoleh dari roh-roh leluhur Dayak dan telah mendemonstrasikannya dalam berbagai upacara adat, termasuk di Pekan Gawai Dayak 2023 di Kabupaten Sintang.

Pajaji dikenal sangat mencintai dan memegang teguh tradisi dan adat Dayak. Dalam video yang diunggah di akun YouTube resminya, ia menegaskan bahwa sebagai orang Dayak, mereka harus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur mereka, terutama di tengah kondisi di mana masyarakat Dayak sering mengalami penindasan.

Panglima Pajaji menyerukan kepada komunitasnya untuk bersatu dalam mempertahankan dan menjaga tradisi dan budaya Dayak dari kepunahan. Menurutnya, tidak ada yang lebih mampu menjaga tradisi Dayak selain orang Dayak sendiri.

Load More