Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, telah mencapai prestasi luar biasa dengan membimbing tiga tim nasional Indonesia yang berbeda: Timnas U-20, Timnas senior, dan Timnas U-23. Di bawah kendalinya, peringkat FIFA Indonesia telah meningkat secara signifikan, dari 175 pada 2021 menjadi 147 pada 2023.
Terlebih lagi, dia telah membangun sebuah tim dengan banyak pemain muda berbakat, termasuk beberapa yang telah memulai karier di luar negeri seperti Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan Asnawi Mangkualam.
Shin Tae-yong juga dikenal sukses menjalankan program naturalisasi, membawa pemain seperti Elkan Baggott dan Ivar Jenner ke skuad nasional, di antara lainnya, langkah yang telah memperkaya talenta Timnas Indonesia.
Kepopulerannya sebagai pelatih semakin meningkat di mata penggemar sepak bola Indonesia, dan bahkan mendapatkan perhatian dari beberapa klub besar di kawasan Asia Tenggara.
Dalam wawancara terbaru dengan kanal Youtube Vivagoal Indonesia pada Selasa, 19 September 2023, Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto, membagikan pandangannya tentang alasan di balik keberhasilan Shin Tae-yong.
Nova, yang telah bekerja bersama pelatih Korea Selatan itu selama tiga tahun. Menurutnya, kunci keberhasilan Tae-yong ada dalam etos kerjanya yang luar biasa dan perhatiannya terhadap detail.
"Secara basic-nya mungkin sama yah, karena saya ikut Coach Shin 3 tahun. secara etos kerjanya sih, etos kerja orang Korea saya lihat sangat-sangat luar biasa, sangat detail, sangat teliti, itu yang saya lihat dari Coach Shin," kata Nova Arianto.
Nova menggambarkan Tae-yong sebagai sosok yang sangat jujur dan teliti, seseorang yang telah mengambil waktu untuk memahami budaya sepak bola Indonesia dengan mendalam.
"Coach Shin orang selalu jujur dengan apa yang dia lihat, apa menurut A yah A,"
Baca Juga: Pratama Arhan Harus Belajar Lagi! Lemparan Mahasiswi Ini Ciptakan Gol yang Gegerkan Dunia
Dia menjelaskan bagaimana Shin Tae-yong menekankan pentingnya membangun rasa saling menghormati dengan para pemainnya, bahkan dalam mengatasi masalah disiplin. Misalnya, alih-alih memarahi pemain seperti Oki Rengga di depan umum, dia memilih untuk melakukannya di depan tim, untuk mencegah pemain lain melakukan kesalahan yang sama.
"Jadi lebih baik saya marahnya di depan orang banyak, agar mereka tahu kesalahan mas Oki jangan sampai terjadi dengan yang lain," ungkap Nova.
Nova Arianto mengakui bahwa pendekatan Shin Tae-yong dalam melatih telah membawa sejumlah perubahan positif dalam tim, dan bahwa pendekatan tegas namun adilnya terhadap pelatihan telah membentuk landasan sukses bagi Timnas Indonesia.
Berita Terkait
-
Biodata Ramadhan Sananta: Manusia 5 Miliar, Siap Jadi Striker Manchester United
-
2 Pemain Timnas Indonesia Ini Berpotensi Robek Gawang Musuh di Asian Games 2022, Jadi Tak Masalah Ramadhan Sananta Absen
-
Timnas Indonesia U-24 Tak Boleh Meremehkan, Kirgizstan Sempat Bikin Korea Frustasi di Kualifikasi Piala Asia U-23
-
Pernyataan Para Pandit Soal Shin Tae Yong, Jadi Alasan Perpanjang Kontrak?
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Candaan Berujung Masalah? Kenali Batasan Humor Agar Tak Berakhir Jadi Pelecehan
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
-
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
-
Fenomena 'Ah Tapi' dalam Dilema Pilih-Pilih Loker: Realistis atau Gengsi?
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Penembakan Turis di Piramida Teotihuacan Meksiko Mengancam Keamanan Piala Dunia 2026
-
PM Terpilih Hungaria Ancam Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Wilayahnya
-
Gunung Lewotobi Laki-laki 6 Kali Erupsi, Muntahkan Abu hingga 1.200 Meter
-
Target Irit Menko Yusril: Naikkan Indeks Pembangunan Hukum Cuma 0,01 Poin, Emang Berarti?
-
Perempuan Dominasi Posisi Strategis di BRI, Bukti Nyata Kesetaraan di Sektor Perbankan