-
Wisatawan Kanada tewas akibat penembakan oleh pelaku tunggal di Piramida Teotihuacan Meksiko.
-
Pemerintah Meksiko memperketat pengamanan situs wisata untuk menjamin keselamatan suporter Piala Dunia.
-
Aksi penyerangan diduga terencana dan terinspirasi dari tragedi penembakan massal di Amerika Serikat.
Suara.com - Situs bersejarah Piramida Teotihuacan berubah menjadi panggung teror yang mengguncang stabilitas keamanan nasional Meksiko menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Aksi penembakan maut ini menciptakan bayang-bayang ketakutan bagi jutaan penggemar sepak bola yang berencana datang pada musim panas mendatang.
Dikutip dari CNN, pemerintah kini harus bekerja ekstra keras meyakinkan komunitas internasional bahwa negara tersebut tetap menjadi destinasi yang aman dikunjungi.
Tragedi ini menelan korban jiwa seorang perempuan warga negara Kanada di lokasi wisata paling ikonik tersebut.
Tujuh warga negara asing lainnya mengalami luka tembak sementara enam orang lainnya cedera akibat kepanikan massal.
Pelaku penembakan teridentifikasi sebagai Julio Cesar Jasso Ramirez, seorang pria lokal berusia 27 tahun yang bertindak sendirian.
Pihak berwenang memastikan bahwa pria tersebut tidak memiliki afiliasi dengan kelompok kriminal terorganisir maupun kartel narkoba.
Investigasi mengungkap bahwa serangan ini merupakan tindakan terencana karena pelaku sempat memantau lokasi selama beberapa hari.
Ramirez mengakhiri hidupnya sendiri setelah sempat terlibat baku tembak dan terluka di bagian kaki oleh personel Garda Nasional.
Baca Juga: Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan
Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, Jose Luis Cervantes Martinez, memaparkan hasil penyelidikan sementaranya kepada awak media.
“Berdasarkan langkah-langkah investigasi yang diambil, tampaknya tindakan ini tidak bersifat spontan. Penyerang merencanakan dan melaksanakan aksinya sendirian,” ujar Cervantes Martinez.
Kaitan dengan Insiden Luar Negeri
Presiden Claudia Sheinbaum memberikan tanggapan cepat untuk meredam kekhawatiran publik atas insiden luar biasa yang baru pertama terjadi ini.
Ia mengindikasikan adanya gangguan kondisi psikologis pada pelaku yang diduga terinspirasi oleh peristiwa kekerasan di luar negeri.
“Kami belum pernah menyaksikan hal seperti ini di Meksiko sebelumnya; ini adalah pertama kalinya peristiwa seperti itu terjadi,” tegas Sheinbaum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?
-
Markas Love Scamming di Semarang Digerebek! 604 HP Disita, 4 WN China dan 2 WNI Ditangkap
-
Susul Jumhur Hidayat, Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok Senin!
-
Perangi Narkoba, Bobby Nasution Kerahkan Satpol PP, Polisi hingga TNI Patroli Gabungan di Asahan
-
Tamat di Bunker Depok! Buronan Predator Seksual AS Dideportasi, Dijemput Langsung US Marshal
-
Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
-
Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir
-
Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba