SUARA DENPASAR - Setidaknya sudah ada 32 aset milik tersangka kasus dugaan korupsi lahan sawit seluas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Yakni Surya Darmadi, bos PT Duta Palma Group sudah disita jaksa penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung).
Aset yang berupa tanah, kebun sawit, kapal tongkang, dan bangunan itu rinciannya 18 di Jakarta, 12 di Riau, dan dua di Bali.
Untuk di Bali sendiri, dua aset itu berupa lahan dan hotel. Yakni Hotel Holiday Inn Resort dan Hotel Holiday Inn Express.
"Tim juga sudah melakukan pelacakan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Batam," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana ketika dikonfirmasi melalui via whatsApp, Rabu (24/8/2022). "Informasi masih ada aset yang disita lagi, kali ini helikopter yang disita disita," imbuhnya.
Surya Darmadi menjadi tersangka dugaan korupsi lahan sawit bersama dengan Raja Thamsir Rachman selaku Bupati Indragiri Hulu periode 1999—2008 dengan total kerugian negara mencapai Rp 78 triliun.
Rencananya, hari ini tersangka akan kembali diperiksa setelah sebelumnya mengeluhkan penyakit jantungnya kumat, sebelum akhirnya dihantarkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa, Kamis (18/8/2022).
Sakit jantung yang diderita Surya Darmadi sempat diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Juniver Girsang. Di mana kondisi kesehatan kliennya menurun setelah tiga di Indonesia dari Taiwan.
Namun, setelah empat di rawat di RSU Adhyaksa. Selasa (23/8/2022) dokter menyatakan Surya Darmadi kondisinya sudah mulai pulih dan kini ditempatkan di Rutan Kejagung di Salemba. ***
Baca Juga: Setelah Batal Periksa Surya Darmadi Karena Alasan Kesehatan, KPK Kembali Kirim Surat Ke Kejagung
Tag
Berita Terkait
-
Kejagung Jadwalkan Pemeriksaan Tersangka Korupsi Rp 78 Triliun Surya Darmadi Hari Ini
-
Usai Lakukan Penahanan, Kejagung Tancap Gas Periksa Surya Darmadi Dua Hari Berturut-turut
-
Kejagung Diminta Targetkan BUMN, Buka Borok Perusahaan Pelat Merah yang Korup
-
Kejagung Kembali Tahan Tersangka Koruptor Surya Darmadi di Rutan Salemba Usai Pembantaran karena Sakit
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Kabar Terbaru Jalur Selatan Garut, Buka Tutup Jalan di Bungbulang Usai Tertimbun Longsor
-
Kisah di Balik Literasi Senja: Dari Eksperimen Sederhana Menjadi Fondasi Peradaban Kota Cirebon
-
Malaysia Healthcare Expo Hadir di Medan, Bisa Konsultasi Tanpa Biaya