Suara Denpasar – Habis sudah karier AKBP Jerry Raimond Siagian (bukan Jerry Raymond Siagian). Namanya memang Raimond, bukan Raymond. Itu yang tertulis di riwayat hidup sebagaimana tertera di skripsi sewaktu jadi mahasiswa PTIK.
AKBP Jerry Raimond Siagian harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang masuk dalam geng Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri, tersangka pembunuhan Brigadir Joshua 8 Juli 2022 lalu. Dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), dia divonis pemberhentian tidak dengan hormat alias pemecatan dari anggota Polri.
Mantan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya itu diduga ikut terlibat aktif dalam mengaburkan kasus pembunuhan Brigadir Joshua. Mulai dari mengambil alih laporan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, terkait dugaan pelecehan dan percobaan pembunuhan dari Polres Metro Jakarta Selatan.
Kemudian mengintervensi LPSK agar Putri segera mendapat perlindungan sebagai korban dugaan kekerasan seksual dan ancaman pembunuhan, hingga menghilangkan barang bukti (BB).
Lantas, siapa sosok AKBP Jerry Raimond Siagian ini? Dari penelusuran Suara Denpasar, termasuk riwayat hidup yang dia cantumkan dalam skripsi PTIK tahun 2008, Jerry Raimond Siagian merupakan perwira menengah kelahiran Medan 23 Agustus 1978. Dengan demikian, usianya saat ini sudah mencapai 44 tahun.
Dilihat dari usianya, dia harusnya masih punya masa depan dan karier yang masih panjang di kepolisian. Asal diketahui, usia penisun anggota Polri adalah 58 tahun. Artinya dia masih punya waktu 14 tahun lagi menjadi polisi. Semestinya. Bila dia tak mendapat sanksi pemecatan gegara masuk geng Ferdy Sambo.
Meski lahir di Medan, Sumatera Utara, ternyata AKBP Jerry Raimond Siagian sempat bersekolah SD di Aceh Timur, Provinsi DI Aceh. Barulah saat SMP dan SMA dia pindah lagi ke Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Belum diketahui pasti, mengapa dia berpindah-pindah. Bisa jadi mengikuti orang tuanya yang berpindah-pindah.
Setamat SMA pada 1997, AKBP Jerry Raimond Siagian melanjutkan pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1998 dan lulus Akpol pada 2001. Dengan demikian, dia termasuk Akpol 2001 Sarja Arya Racana. Lulusan terbaik Akpol 2001 adalah AKBP Bismo Teguh Prakoso, mantan Kapolres Majalengka yang kini menjadi Wakapolres Bandung Barat.
Ketika lulus Akpol pada Desember 2001 Jerry Raimond Siagian pun langsung menyandang pangkat Ipda. Dia pun memulai karier kepolisian di Yogyakarta sebagai Pamapta Polres Sleman pada 2002.
Baca Juga: Kasus Polisi Tembak Polisi, Aipda Rudi Suryanto Dipecat, Tuding Korban Sering Buka Aib Keluarganya
Dalam waktu dua tahun saja, yakni pada akhir 2003, dia sudah mendapat kepercayaan sebagai Kanit Idik Reskrim Polres Sleman dengan pangkat Iptu (inspektur polisi satu).
Dia sempat menjadi Panit Investigasi Den 88 At Polda DIY, Kanit Idik Narkoba Polrestabes Yogyakarta. Kemudian pada tahun 2007, kariernya makin bagus sebagai Spri (staf pribadi) Kapolda DIY dan mendapat kenaikan pangkat menjadi AKP (ajun komisaris polisi).
Pada saat itu, Kapolda DIY dijabat Brigjen R. AR. Harry Anwar. Brigjen Harry Anwar saat ini sudah purnawirawan Polri, dan kini menjadi rektor Universitas Langlangbuana (UNLA) Bandung. Sebuah perguruan tinggi yang diinisiasi ppara purnawirawan Polri di Bandung.
Dengan menjadi Spri Kapolda DIY, jelas saja AKP Jerry Raimond Siagian mendapat kesempatan dekat dengan kekuasaan di kepolisian. Sebab, dia dekat dengan petinggi Polda DIY.
Jerry pun melanjutkan kuliah di PTIK pada 2007 dan menyandang S.I.K (sarjana ilmu kepolisian) pada 2008. Selain itu, dia juga meraih gelap Sarjana Hukum (SH) dan Magister Hukum (MH).
Jadi Anak Buah Ferdy Sambo
Karier AKBP Jerry Siagian makin moncer dengan masuk ke Polda kelas atas. Di antaranya, dia sempat menjadi Kanit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan pangkat pada 2014 masih Kompol.
Tag
Berita Terkait
-
AKBP Jerry Raimond Siagian Dipecat, Geng Ferdy Sambo yang Intervensi LPSK dan Hilangkan BB
-
Ini Dosa Besar AKBP Jerry Raimond Siagian hingga Terancam Dipecat terkait Ferdy Sambo
-
Tidak Dipecat, AKBP Pujiyarto Hampir Menangis, Cuma Sanksi 28 Hari Kurungan atau Patsus dan Minta Maaf
-
Karier Kombes Agus Nurpatria Hancur, Dulu Kawal Jokowi-Kapolres Subang, Kini Dipecat karena Ferdy Sambo
-
Sosok Kompol Chuck Putranto, Karier Mulai Menanjak dan Berujung Dipecat-Terancam Penjara
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan