Suara Denpasar - Bharada Richard Eliezer diharapkan sebagai saksi kunci yang bisa membongkar sepak terjang dan kejahatan yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan sadis Brigadir Joshua atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jakarta.
Tapi, kini situasi tak mengenakkan sedang menerpa Bharada E. Justice Collaborator yang mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menurut kacamata ahli hukum pidana sekarang ini dalam kondisi terpojok dan bahaya.
Ahli Hukum Pidana Firman Firman Wijaya menjelaskan, kondisi ini terjadi ketika penyidik tim khusus Polri menggunakan lie detector.
Hasil uji alat ini malah akan mengaburkan siapa yang menjadi pelaku utama dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Jika ini terjadi, maka peluang Kaisar Sambo, sebutan warganet untuk suami Putri Candrawathi itu akan lolos hukuman berat.
Senada juga diungkapkan Kuasa Hukum Bharada E, Ronny Talapessy. "Prinsipnya klien saya (Bharada E) sudah konsisten. Kita garis bawahi, klien saya adalah saksi mahkota, perannya sangat penting," katanya dikutip dari Program Dua Sisi tvOne.
Penggunaan lie detector dengan sendirinya bisa merugikan kliennya karena merujuk pasal 185 ayat 6 tentang persesuaian saksi dan saksi serta persesuaian saksi dengan alat bukti lainnya.
Di bagian lain Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik juga memiliki pandangan yang hampir mirip. Ini terkait kesaksian Bharada E dalam peradilan nanti.
Di mana Bharada E menunjuk sang bos-Irjen Sambo sebagai otak perencanaan aksi pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Komnas HAM: Kasus Ferdy Sambo Rumit, Ada Obstraction of Justice
Tapi, kesaksian itu bisa saja akan menimbulkan perdebatan dan multi tafsir. Mengingat, tidak ada perintah Irjen Sambo kepada Bharada E untuk membunuh Brigadir J.
“Richard (Bharada E) bilang saya disuruh menembak. Itu (menembak Brigadir J) kan berarti bukan disuruh membunuh," kata Taufan sebagaimana diberitakan Tempo dari hasil wawancaranya seperti dikutip suara.com.
"Sambo kan bukan bilang ’bunuh Richard (Bharada E), bunuh’" imbuh dia. Jadi dengan beberapa dalil tersebut ditambah dengan dugaan pemerkosaan. Kini bos Sambo sedang berada di atas angin. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi