Suara Denpasar - Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Manajer Koperasi Griya Anyar Sari Boga Gianyar, Dewa Gede Arsa Wijaya atau IDGAW yang menggelapkan dana nasabah hingga Rp5 miliar lebih dijebloskan ke tahanan. Dia ditahan setelah dilakukan pelimpahkan tahap II dari penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar.
Penyidik Polres Gianyar melakukan pelimpahan tahap II, yakni berkas perkara dan tersangka Dewa Gede Arsa Wijaya yang diterima Jaksa Penuntut Umum, Finna Wulandari. Tersangka Dewa Gede Arsa Wijaya diduga melakukan penggelapan dalam jabatan sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP dan pasal 372 KUHP.
Penggelapan ini diduga dilakukan tersangka sebagai manajer koperasi Griya Anyar Sari Boga dari tahun 2015 hingga 2019. Akibat perbuatannya, KSU Griya Anyar Sari Boga Gianyar mengalami kerugian mencapai Rp5,43 miliar lebih.
Dengan posisinya sebagai manajer, Dewa Gede Arsa Wijaya leluasa menggunakan keuangan koperasi untuk kepentingan pribadinya. Di antaranya dipakai untuk membeli rumah dan mobil.
Untuk mengelabuhi penggelapan yang dilakukan, tersangka membuat laporan pembukuan palsu. Yakni pada 31 Desember 2019 memanipulasi data laporan. Antara lain laporan lajur neraca, laporan penabung sukarela, laporan penabung berjangka, piutang dan laporan kas.
"Dalam laporan tersebut tersangka telah memanipulasi data dengan cara pada laporan kas dan tabungan bank tidak sesuai dengan data fisik kas dan tabungan yang sebenarnya, kemudian laporan jumlah penabung sukarela, penabung berjangka dan piutang tidak sesuai dengan jumlah riil yang ada dalam data laporan yang dibuat oleh tersangka," demikian dalam berkas perkara yang dibuat penyidik.
Kajari Gianyar, Ni Wayan Sinaryati menjelaskan, tersangka I Dewa Gede Arsa Wijaya ditahan untuk 20 hari ke depan. Dijelaskan, untuk penahanannya dititipkan di Rutan Polres Gianyar.
“Perkara ini akan segera dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri Gianyar," kata Sinaryati. (Beritabali.com)
Baca Juga: Kang Dedi Tak Pernah Tidur di Rumah Mertua
Berita Terkait
-
Bayi Laki-laki Ditemukan Warga Ubud di Vila Kosong, Kondisinya Mengenaskan
-
Oknum Loreng dan Anak Pukul Karyawan Shopee di Bali Berujung Damai, Pangdam Perintah Proses Hukum
-
Ternyata, Video Mesum di Mobil Pakai Baju Adat Bali usai Melukat di Tirta Empul Gianyar
-
Mesum Dalam Mobil dan di Rekam Sendiri, Pelaku Pria Ditangkap di Sesetan, yang Wanita di Apartemen Cengkareng
-
AMOR ING ACINTYA, Dua Korban Kompor Mayat Meledak saat Ngaben di Gianyar Meninggal, Termasuk Tukang Kompor
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
BRI dan Inklusi Keuangan: BRILink Agen Hadir di 66.450 Desa Seluruh Penjuru Tanah Air