Suara Denpasar - Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan, ‘amoeba pemakan otak’ telah menewaskan seorang pria.
Melansir dari Firstpost, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan bahwa korban berusia 50 tahun dikonfirmasi meninggal dunia setelah terinfeksi amoeba Naegleria Fowleri.
Ini sekaligus kasus amoeba pemakan otak pertama yang ditemukan di Korea Selatan. Dilaporkan bahwa pria tersebut baru saja kembali ke Korea Selatan setelah empat bulan tinggal di Thailand.
Awalnya korban menunjukkan gejala meningitis di hari kedatangannya ke Korea Selatan. Dia kemudian dirawat di rumah sakit dan meninggal pada 21 Desember 2022.
KDCA menyatakan penyebab kematiannya telah dikonfirmasi melalui pengujian genetik pada tiga infeksi berbeda yang menyebabkan Naegleria Fowleri. Tes menunjukkan tubuh pria tersebut 99,6 persen memiliki gen yang identik dengan yang ditemukan dari pasien meningitis di luar negeri.
Lalu apa itu ‘Amoeba pemakan otak’?
Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Naegleria fowleri atau amoeba pemakan otak adalah organisme hidup bersel tunggal yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
Naegleria fowleri biasanya ditemukan di air tawar yang hangat seperti danau, sungai, mata air panas, serta tanah.
Menurut The Straits Times, amuba ini pertama kali ditemukan pada tahun 1937 di Virginia.
Baca Juga: Merasa Tahun 2022 Banyak Kegagalan? Simak 4 Tips Menghadapi Kegagalan Ini!
Bagaimana cara menginfeksi manusia?
Amoeba pemakan otak masuk melalui hidung kemudian begitu masuk ke otak ia mulai merusak jaringan dan menyebabkan Meningoencephalitis Amuba Primer (PAM).
Infeksi amoeba pemakan otak juga dapat terjadi jika orang menggunakan air keran yang terinfeksi untuk membersihkan hidung dan sinus mereka.
Meski jarang ditemukan, infeksi juga bisa muncul dari air di kolam renang, tempat bermain air, atau taman selancar yang tidak memiliki cukup klorin.
Kendati demikian menurut CDC, amoeba pemakan otak tidak ditemukan di air asin seperti lautan. Selain itu, infeksi ini juga tidak dapat ditularkan dari satu manusia ke manusia lain. (*/DInda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah
-
Unggahan Ahmad Dhani Soal Royalti Tuai Kritik di Tengah Kabar Duka Vidi Aldiano
-
AJI Palembang Buka Posko Pengaduan THR, Jurnalis dan Pekerja Media Bisa Melapor
-
Investasi Perak, Ketahui Keuntungan dan Kerugiannya sebelum Mulai
-
Doa Ayah untuk Vidi Aldiano Bikin Nangis: Ini Ternyata Makna Panjang Umur yang Sebenarnya
-
Viral Video Menteri Jepang Lari-lari Telat Rapat Kabinet, Lalu Minta Maaf ke Publik
-
Kolaborasi Bank Sumsel Babel dan Kementerian Perumahan Dorong Rumah Layak Huni bagi Warga Sumsel
-
Profil PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO), Emiten Penyuplai 7 PLTU Strategis
-
Puasa Bukan Halangan, Striker Keturunan Jawa Tampil Gemilang Bawa Leeds ke Perempat Final Piala FA
-
Keterlaluan! Tasya Farasya Disumpahi Meninggal dan Masuk Neraka