Suara Denpasar – Persita Tangerang gagal lewati PSIS Semarang di klasemen sementara Liga 1 2022/2023 setelah takluk dari Dewa United dengan skor tipis 3-2.
Kekalahan pada laga pekan ke-20 yang mentas di Indomilk Arena, Minggu (22/01/2023) sore itu membuat Persita Tangerang kembali gagal memetik poin penuh dalam lima laga terakhir mereka.
Sang pelatih Alfredo Vera tetap memberikan pujiannya kepada tim asuhannya yang menghadirkan banyak peluang di babak pertama bahkan mampu unggul terlebih dulu.
Meskipun tampil apik di babak kedua, namun Pendekar Cisadane harus mengakui keunggulan lawan dengan pemain asingnya.
“Kami bermain bagus di babak pertama dan sudah dapat banyak peluang bahkan bisa unggul lebih dulu. Tapi kita tidak bisa mempertahankan keunggulan sampai babak pertama.
“Mereka satu kali melepaskan tendangan dan bisa mencetak gol,” ujar pelatih asal Argentina itu dalam konferensi pers usai laga dikutip dari laman resmi website klub.
Vera pun seolah tak mengerti mengapa hal tersebut bisa terjadi ketika timnya mendapatkan banyak peluang namun tidak bisa dikonversi menjadi gol.
“Saya tidak bisa mengerti kenapa bisa terjadi, kita banyak memiliki peluang tapi tidak bisa mencetak gol. Dan akhirnya mereka di babak kedua bisa melepaskan dua kali tembakan dan semuanya bisa gol.
“Kita mengejar ketertinggalan tapi tidak bisa. Menurut saya, tim sudah memberikan yang maksimal, pemain sudah kerja keras,” lanjut Vera.
Baca Juga: Adakan Konser, Bunda Corla terlalu Semangat Hingga Antingnya Nyangkut!
Kekalahan ini membuat Persita masih tertahan di papan tengah tepatnya di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan meraup 25 poin dari 19 pertandingan.
Pendekar Cisadane pun hanya terpaut satu angka saja dari PSIS Semarang yang berada di posisi ke-7 klasemen sementara.
Namun Vera tetap membumbungkan rasa optimis bahwa tim asuhannya bisa merangsek naik ke tujuh besar sesuai dengan target yang diusung oleh manajemen di awal musim.
“Sampai masih ada kesempatan itu bisa terjadi, karena kalau saya lihat kita hanya selisih satu hingga tiga poin untuk masuk tujuh besar.
“Masalahnya kita banyak hilang poin, membuat kita ke bawah juga,” tambah Vera.
Fergonzi dan kawan-kawan sebenarnya tampil cukup apik di awal musim. Namun perlahan mulai kedodoran ketika liga harus tertunda selama dua bulan.
Vera pun tak menampik hal tersebut sambil terus berusaha untuk memperbaiki performa anak asuhnya di paruh kedua musim ini.
“Ya sebelum berhenti di kompetisi kita bermain bagus dan stabil bisa raih kemenangan cukup banyak.
“Setelah kompetisi mulai lagi, kita jadi sulit menang, saya juga terus mencari solusinya, tim tetap main hampir sama,” ucap pelatih berusia 50 tahun itu. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Tinggalkan PSIS Semarang, Jonathan Cantillana Diresmikan PSS Sleman, Begini Komentar Mama Ceron
-
Alasan Jonathan Cantillana Tinggalkan PSIS Semarang dan Diresmikan PSS Sleman, '4 Tahun Sudah Saatnya'
-
Persebaya vs Bhayangkara FC: Rizky Ridho Janji Tampil Maksimal untuk Revans
-
Hadapi Bhayangkara FC, Persebaya Usung Misi Balas Dendam
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan