Suara Denpasar – Palang Merah Indonesia (PMI) siap menyalurkan bantuan kemanusiaan dan pemulihan trauma kepada pengungsi korban kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Koja di Markas PMI Jakarta Utara pada sabtu ini (4/3/2023).
“Kami mulai sekitar pukul 10.00 WIB untuk pemulihan trauma anak-anak. Kami siapkan alat peraga untuk permainan interaktif supaya menghilangkan kegelisahan anak-anak,” ujar Ketua PMI Jakarta Utara Rizal kepada wartawan di Jakarta Utara pada Sabtu dini hari, dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (4/3/2023).
Sementara ini, untuk bantuan kemanusiaan kata Rizal, pihaknya sudah mendata jumlah anak-anak dan balita yang sebelumnya dinyatakan hilang dan saat ini sudah ditemukan keluarganya.
Dari data terakhir pukul 04.17 WIB, jumlah pengungsi di area Markas PMI Jakarta Utara sebanyak 87 keluarga atau 332 jiwa yang terdiri dari 163 jiwa orang dewasa, 108 jiwa anak-anak, 23 jiwa lansia, dan 38 jiwa balita.
Dengan bantuan tersebut, Rizal berharap anak-anak bisa kembali ceria dan sedikit mengurangi dampak psikologis kebakaran yang dialami para pengungsi dewasa.
Sejumlah pengungsi dilaporkan telah aman di tenda pengungsian kebakaran yang disiapkan di area Markas PMI Jakarta Utara di Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/3/2023).
Hingga kini, telah ada empat unit tenda dengan kapasitas per tenda mencapai 500 orang disiapkan sebagai tempat berteduh bagi keluarga korban. PMI juga menyiapkan makanan dan minuman bagi pengungsi dewasa dan sejumlah relawan yang bertugas sebanyak 500 porsi untuk satu kali makan.
Adapun menu yang disiapkan untuk sarapan seperti bubur kacang hijau, roti tawar, dan teh manis. Sementara untuk menu makan siang, sudah ada nasi putih dengan lauk ayam goreng, tahu/tempe dan sayur lalapan.
“Bantuan kami langsung bagikan, misalnya, tadi ada yang bawa selimut, langsung kami bagikan, enggak di gudang lagi,” tutur Rizal.
Adapun rangkuman kegiatan penanganan yang sudah dilakukan oleh PMI Jakarta Utara untuk para korban kebakaran depo Pertamina Plumpang hingga saat ini ialah sebagai berikut:
1. Membuat shelter penampungan pengungsi.
2. Melakukan evakuasi korban ke tempat unit mobil.
3. Mengerahkan pelayanan ambulas empat unit.
4. Menerima bantuan logistic dari masyarakat, di antaranya selimut, matras, dan popok bayi.
5. Memberikan pelayanan kesehatan.
6. Menyediakan konsumsi makanan dan minuman
7. Mendata korban yang terdampak mengungsi
8. Menghubungkan keluarga terpisah. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Terkini Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Penyebab, Korban Tewas, Hingga 8 Orang Masih Hilang
-
Pj Gubernur Heru Pastikan Pemprov DKI Tangani Maksimal Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Semua Kami Kerahkan
-
Petugas Gabungan Terus Menyisir Lokasi Kebakaran Depo Plumpang, Pemprov DKI Jakarta Siap Tangani Korban
-
RS Polri Terima 13 Jenazah Korban Kebakaran Depo Plumpang, Minta Warga Yang Kehilangan Datang Melapor
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Harga Minyak RI Tembus 102 Dolar! Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ICP Maret 2026
-
5 HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB yang Pas untuk Multitasking, Performa Stabil
-
Bukan Visual Mewah, Justin Bieber Viral di Coachella Hanya Gara-gara Putar Video YouTube Lama!
-
Update Harga BBM Pertamina 18 April 2026 dari Pertalite, Pertamax hingga Dexlite
-
Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly
-
Amarah Berujung Maut: Nenek di Kediri Menghajar Cucu dengan Kayu Hingga Tewas karena Ogah Makan
-
Mengapa Mahasiswa Perlu Menguasai Robotika Sebelum Lulus?
-
Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI
-
Skandal PTK Khusus Pemkot Bandar Lampung: Sedot Rp3,6 Miliar Uang Rakyat Tapi Sosoknya 'Gaib'
-
Guru di Bogor Ungkap Manfaat Papan Digital Interaktif: Murid Lebih Semangat dan Tidak Bolos Sekolah