Suara Denpasar - Proyek Terminal LNG di mangrove Taman Hutan Raya, Sidakarya, Denpasar, Bali digadang-gadang menjadi aset bagi kemandirian energi dan ekonomi Provinsi Bali. Namun harapan kemandirian itu dinilai suram. LSM Celios pun mengungkap kebobrokan proyek tersebut. Perusda Bali hanya kedok untuk memuluskan proyek, padahal pihak swasta yang berkuasa.
Celios (Centre Of Economic and Law Studies) menilai LNG yang digadang-gadang akan menjadi aset kemandirian energi dan ekonomi Provinsi Bali menjadi suram, selain karena sahamnya kecil tetapi juga banyak negara sudah menutup proyek LNG karena tidak begitu menguntungkan.
Diketahui, saham di PT Dewata Energi Bersih (DEB) proyek tersebut seutuhnya dikuasai oleh perusahaan swasta yakni PT Padma Energi Indonesia sebanyak 80 persen.
Sementara perusahaan pemerintah melalui Perusda Bali hanya 20 persen. Bahkan, saham yang dipegang Perusda Bali itu sebetulnya dana pinjaman dari PT Padma Energi Indonesia. Sebab, Perusda tidak menyetor modal di awal ke PT DEB. Perusda akan membayar melalui deviden yang diterima kelak, bila perusahaan ini sudah beroperasi dan laba.
Ini artinya proyek terminal LNG seutuhnya milik swasta atau PT Padma Energi Indonesia. Perusahaan Pemerintah hanya jadi alat untuk melancarkan proyek LNG di Sanur tersebut.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan pembangunan LNG Bali yang dinilai akan menambah pendapatan daerah sangat tidak menjamin.
"Di banyak negara pembangunan LNG sudah turun sangat tajam. Di Asia saja sudah banyak negara yang menutup PLT Gas. Sementara di Bali gasnya di ambil dari Papua dan Bontang dan diolah di Bali kemudian di kirim lagi. Karena Bali Jawa saat ini energi listriknya surplus," kata Bhima dalam diskusi di Denpasar, Sabtu (4/3/2023).
Itu pun, lanjut Bhima, belum tentu untung. Sebab pembangkit menggunakan gas menjadi untung sekarang ini karena ada emergency perang Rusia-Ukraina.
"Jadi sebenarnya negara-negara di Eropa dan beberapa negara Asia melihat investasi diterminal gas dan investasi pembangkit listrik yang bahan bakunya gas itu adalah investasi yang secara finansial terus mengalami penurunan nilai," jelasnya.
Baca Juga: Anak Buah Koster Masih Sembunyikan Dokumen Proyek Terminal LNG yang Digawangi Penyuap Sekda Buleleng
Dalam kesempatan tersebut, Bhima Yudhistira memberikan beberapa pandangan terhadap pembangunan LNG Sidakarya sebagai berikut.
1. Pembangunan terminal LNG bertolak belakang dengan rencana JETP (Just Energy Transition Partnership)
Rencana transisi energi dalam JETP semangatnya adalah ingin menurunkan emisi karbon dan ketergantungan pada sumber energi fossil.
Sementara dalan proyek Terminal LNG di Denpasar Bali dilihat dari sisi berkeadilan dalam transisi energi tidak terdapat dalam skenario proyek Terminal LNG Bali (tidak melibatkan partisipasi komunitas, merugikan lingkungan).
Keberadaan terminal LNG Bali berisiko menurunkan minat investor di energi terbarukan karena proyek LNG dianggap lebih menarik dan mendapat banyak dukungan pemerintah.
2. Hak Pemegang Saham Minoritas
Berita Terkait
-
Terungkap, Soal Terminal LNG Pemprov Bali Diatur Swasta
-
BAU PROPOSAL! KPK atau Kejaksaan Mesti Turun di Proyek Terminal LNG Bali yang Seret PLN
-
Ngeles Lagi! Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai Tak Bawa Dokumen Terminal LNG
-
WADUH! Saham Kosong Ditukar Blok Tahura Ngurah Rai untuk Akomodir Terminal LNG
-
Misterius, Studi Kelayakan Terminal LNG di Pesisir Sanur
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Hyundai Nekat Tantang Dominasi Mobil Listrik China Lewat Lini IONIQ Terbaru
-
5 Sunscreen yang Tidak Bikin Kulit Kusam, Bebas White Cast untuk Sehari-hari
-
Debt Collector Rampas Mobil Oknum TNI di Medan, Berujung Diamuk Massa
-
RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap
-
Tanpa Antre di Saudi! Jemaah Haji Embarkasi Makassar Kini Bisa Langsung ke Hotel
-
Mencintai Tanpa Ribut di Kepala: Sebuah Refleksi untuk Gen Sandwich yang Terlalu Banyak Cemas
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Skenario Darurat FIFA: Italia Masuk Radar Playoff Piala Dunia 2026, Bagaimana Timnas Indonesia?