Suara Denpasar - Kisruh pemecatan guru honorer di Cirebon kian menjadi sorotan. Hal tersebut buntut dari kritik dirinya atas Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat.
Mulanya, guru honorer tersebut mengajukan pertanyaan bernada serius pada Ridwan Kamil, selaku Gubernur Jawa Barat.
"Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi Gubernur Jawa Barat, Kader Partai, atau pribadi?," tulis Sabil, guru honorer asal Cirebon tersebut, dilansir Suara Denpasar dari kolom Instagram Ridwan Kamil, Jumat, (17/3/2022).
Sekilas, pertanyaan kritis tersebut tampak tendensius. Namun, yang dipersoalkan malah bahasa yang digunakan Sabil, guru honorer itu. Ia dinilai tidak sopan oleh Ridwan Kamil.
Belakangan, sejumlah netizen menemukan jejak digital Ridwan Kamil yang mempromosikan diksi maneh itu sendiri.
"Makna maneh dulu sebelum paduka yang mulia RK jadi Gubernur. Ternyata pengalaman hidup yang dia alami ga membuat orang ini jadi rendah hati, tapi malah ga tahu diri," tulis netizen Twitter dengan username @Paltiwest.
Uniknya, beredar pula foto bersama antara Sabil dan Ridwan Kamil. Diduga sebelumnya Sabil, yang merupakan guru honorer itu, pendukung Ridwan Kamil. Meski kini dirinya mengkritik.
"Wantun nyebat 'maneh' ge, baheulana pernah jadi 'sahabat' (berani bilang 'maneh' juga karena dulu pernah jadi sahabat)", tulis netizen dengan username @mtzvh_.
Sebagai informasi, bahwa kini, pemberitaan mengenai Ridwan Kamil kian ramai dipersoalkan. Terlebih, isu pemecatan Sabil juga mendapat perhatian sejumlah Wakil Rakyat di Senayan. (Rizal/*)
Baca Juga: Waduh!! Akun Instagram Boy William Hilang, Imbas Komentari Perform Jennie BLACKPINK?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026