Suara Denpasar - Antusiasme mengelilingi persiapan menyambut Piala Dunia U-17 2023 semakin memanas, salah satu stadion yang mencuri perhatian adalah lapangan Latih 2 JIS (Jakarta International Stadium). Meskipun tidak berada dalam kisaran tarif murah, telah berhasil menarik banyak perhatian hingga penuh dipesan menjelang ajang bergengsi ini.
Menyongsong gelaran Piala Dunia U-17 2023, berbagai media memberitakan tentang fasilitas mewah yang dimiliki oleh stadion megah ini.
Dampak pemberitaan tersebut kemungkinan yang membuat Stadion Latih 2 JIS telah terisi penuh dengan pesanan, atau dengan kata lain, seluruh slot pemakaian telah dipesan oleh berbagai tim yang akan berpartisipasi dalam turnamen pada bulan Agustus ini.
Menarik untuk dicatat, bahwa harga sewa Lapangan Latih JIS untuk penggunaan selama 2 jam memiliki tarif yang cukup tinggi, yaitu sebesar Rp5.250.000.
Stadion Utama Jakarta International memiliki dua lapangan latihan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh FIFA.
Rumput yang ada pada lapangan latihan ini terdiri dari 95% rumput alami (zoysia matrella) dan 5% rumput buatan (Limonta), jenis rumput yang sama digunakan di lapangan utama JIS.
Selain itu, untuk mendukung latihan pemain, lapangan latihan JIS dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang ganti pemain dengan empat ruangan, masing-masing berisi 23 loker, dilengkapi dengan pendingin udara (AC), wastafel, kamar mandi, dan toilet.
Di area lapangan latihan, tersedia juga lampu penerangan yang memenuhi standar FIFA untuk sesi latihan malam hari.Selain fasilitas yang telah disebutkan, lapangan latihan JIS memiliki fasilitas lainnya, termasuk dua ruang serbaguna di sebelah Selatan dan Utara lapangan.
Di samping itu, tribun yang ada di sekitar lapangan latihan juga dirancang untuk mengakomodasi dengan baik difabel.
Setiap penyewa lapangan juga akan mendapatkan fasilitas tambahan, seperti peminjaman handuk untuk digunakan di area lapangan latihan, dan handuk tersebut harus dikembalikan setelah sesi latihan selesai. Selain itu, ada fasilitas tambahan yang diberikan kepada penyewa lapangan:
1. Akses ke ruang ganti (locker room) secara gratis.
2. Peminjaman handuk untuk digunakan di venue.
3. Dekker (penghalang pemisah area latihan).
4. Peminjaman bola.
5. Penyediaan wasit sesuai permintaan (biaya wasit tidak termasuk dalam harga sewa lapangan latihan JIS).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'