Suara Denpasar - Dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut bahwa adanya mahasiswa baru jalur titipan di Universitas Udayana (Unud). Ini sontak membuat geger dunia pendidikan di Pulau Dewata, Bali.
Betapa tidak? Dalam sidang dugaan kasus korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) jalur mandiri penerimaan mahasiswa baru. Jaksa membeber soal percakapan WhatsApp antara Rektor Unud yang sebelumnya sebagai Ketua Panitia penerimaan mahasiswa baru.
Yakni Prof. I Nyoman Gde Antara dengan Ketua Unit Sumber Daya Informasi Unud yang juga Koordinator Pengolah Data Penerimaan Mahasiswa Baru Dr. Nyoman Putra Sastra.
Dalam percakapan itu terungkap nama-nama mahasiswa yang awalnya tidak lulus akhirnya dinyatakan lulus.
Bukan hanya itu, seorang mahasiswa juga bisa dikatrol nilainya hingga menjadi rangking satu. Sontak, pembicaraan itu membuat publik dan internal Unud hanya bisa mengelus dada.
"Norma seorang guru besar dipertanyakan kalau sudah begini," ungkap salah satu tenaga pengajar di Unud yang enggan namanya ditulis, Senin 30 Oktober 2023.
Dia meminta agar status seorang guru besar dari Prof. Antara ditinjau ulang karena sudah mencederai institusi pendidikan di Unud.
Sementara itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi mendukung sepenuhnya proses hukum dan penyelidikan oleh aparat yang berwenang.
Apalagi, ini juga terjadi diprogram studi Kedokteran merupakan pencetak calon dokter yang merupakan profesi yang mulia.
Baca Juga: Protap Kunker Presiden, 200 Meter Bersih dari Baliho dan Spanduk
"Sehingga jangan sampai ada praktik-praktik yang tidak baik dalam proses penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, hingga ke tugas akhir.
Karena profesi dokter memiliki peran vital untuk turut serta menjaga kesehatan masyarakat," tukasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League