Suara.com - Film terbaru James Gunn, Superman menarik perhatian dunia maya karena banyak penonton yang menafsirkannya sebagai pesan politik yang tajam.
Sebuah adegan di film tersebut menunjukkan pasukan militer bersenjata lengkap menyerang warga sipil di perbatasan dengan nyawa anak-anak dipertaruhkan.
Adegan tersebut langsung mengingatkan sebagian penonton pada konflik Israel-Gaza.
Berbagai unggahan di media sosial mengklaim film tersebut merupakan respons kritis terhadap tindakan Israel di Gaza.
Film ini "sangat anti-Israel", demikian menurut ulasan bintang lima di aplikasi Letterboxd, yang telah ditonton hampir sembilan juta kali di berbagai platform.
Film Superman Diduga Menggambarkan Konflik Israel-Gaza
Atas tudingan tersebut, pesan politik yang dipersepsikan dalam film ini telah menjadi subjek kontroversi.
Meski demikian, baik James Gunn, maupun para pemain dan kru film, tidak secara terbuka mengklaim bahwa cerita ini tentang Israel atau Palestina.
Namun bagi sebagian penonton menganggap bahwa salah satu alur cerita utama film ini sebagai pengambaran untuk konflik tersebut.
Tetapi apakah film Superman karya James Gunn benar-benar menceritakan konflik antara Israel dan Palestina?
Baca Juga: Sinopsis Superman Returns, Tayang Malam Ini di Trans TV
Adegan di Film Superman yang Diduga Menggambarkan Konflik Israel-Palestina
Salah satu adegan yang membuat penonton yakin bahwa film ini menceritakan tentang Israel dan Palestina terlihat dalam adegan saat negara fiktif Boravia yang merupakan sekutu AS, menyerang negara fiktif Jarhanpur.
Boravia digambarkan sebagai negara yang memiliki militer canggih dan bersenjata lengkap berkat dukungan AS, sementara Jarhanpur adalah negara miskin yang hampir tidak bisa membela diri.
Trailer film menampilkan adegan dari konflik Boravia-Jarhanpur. Pihak Boravia dilengkapi dengan tank, kendaraan militer, dan tentara bersenjata senapan.
Berbanding kontras dengan Jarhanpur yang hanya dipenuhi warga sipil tak bersenjata yang melarikan diri demi keselamatan mereka.
Kemudian orang-orang Boravia digambarkan sebagai etnis kulit putih, sementara orang Jarhanpur digambarkan sebagai non-kulit putih.
Selain menggambarkan latar belakang yang sangat mirip dengan Israel dan Palestina, tujuan dari negara fiktif Boravia yang menggusur penduduk asli Jarhanpur untuk memperluas wilayah juga disebut mirip dengan tujuan Israel yang ingin mengambilalih tanah Palestina.
Berita Terkait
-
Sinopsis Superman Returns, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Raup Untung Triliunan Rupiah di Pekan Pertama, Superman Jadi Pahlawan Hollywood?
-
Berapa Jumlah Post-credit Scene di Superman? Jangan Buru-Buru Tinggalkan Bioskop
-
Deretan Fakta Menarik Film Superman, Tonggak Penting Semesta Baru DC Universe
-
Sempat Diragukan, Kritikus Balik Memuji Superman Versi James Gunn
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Agnez Mo Hadiri Bukber di Dubai, Sikap Aslinya Dibongkar Orang Dalam
-
Fairuz A Rafiq Bicara soal Diam Usai Kakaknya Ditangkap KPK, Ogah Terseret?
-
Bentuk Rudal dan Meriam untuk Pertahanan Udara Indonesia Jadi Olokan Netizen
-
Dihantam Rudal Iran, Hotel Mewah Rp5,4 T di Dubai Dibombardir Review Bintang 1
-
Sinopsis Pinocchio Unstrung, Obsesi Boneka Kayu Demi Jadi Manusia
-
Musdalifah Cosplay Jadi Istri Gubernur Kaltim: Bangsawan Beli Takjil
-
Istri Meninggal dalam Kecelakaan, Bos Rokok HS Tanggung Biaya Hidup Pengemudi Jupiter MX
-
Ada Rp33 Miliar Royalti Lagu Belum Diklaim di LMKN
-
Deretan Rekomendasi Drama Korea Genre Medis, Terbaru Doctor Shin
-
Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran