Jenis ini memiliki profil aroma yang kompleks, sedikit pedas, dengan sentuhan lemon dan pinus yang membuatnya sangat dihargai.
Ini berbeda dengan kemenyan lokal Indonesia yang umumnya berasal dari pohon genus Styrax (sering disebut benzoin), yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi namun dengan karakteristik aroma yang lebih manis dan vanilik.
3. Manfaat di Luar Aroma: Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan
Jauh sebelum menjadi bahan parfum, kemenyan telah digunakan selama ribuan tahun untuk tujuan pengobatan dan relaksasi.
Minyak esensial dari kemenyan (frankincense oil) populer dalam dunia aromaterapi.
Ketika diuapkan melalui diffuser atau digunakan sebagai lilin aromaterapi, aromanya dipercaya dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, menciptakan suasana tenang, serta meningkatkan fokus.
Selain itu, penelitian ilmiah modern juga mulai mengeksplorasi sifat anti-inflamasi (anti-peradangan) dari senyawa yang terkandung dalam kemenyan, yang berpotensi untuk kesehatan kulit dan sendi.
4. Potensi Ekonomi Lewat Hilirisasi
Inilah inti dari gagasan yang disampaikan oleh Wapres Gibran. Hilirisasi adalah proses meningkatkan nilai tambah suatu komoditas dengan mengolahnya menjadi produk jadi, alih-alih menjualnya sebagai bahan mentah.
Baca Juga: Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua, Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior
Selama ini, Indonesia yang juga merupakan salah satu produsen kemenyan dunia (jenis Styrax) lebih banyak mengekspor getah mentahnya dengan harga yang relatif rendah.
Dengan hilirisasi, getah kemenyan tidak lagi hanya dijual per kilogram, tetapi diolah di dalam negeri menjadi produk bernilai jual tinggi seperti minyak esensial murni, ekstrak untuk kosmetik, bahan baku parfum, hingga produk jadi seperti lilin aromaterapi dan sabun mewah.
Langkah ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan negara secara signifikan.
5. Dari Pasar Lokal Menuju Rantai Pasok Global
Kemenyan Indonesia, terutama yang berasal dari Sumatera Utara, sudah memiliki pasarnya sendiri, terutama untuk industri rokok kretek, obat-obatan tradisional, dan ritual.
Namun, dengan sorotan baru ini, ada peluang besar untuk masuk ke rantai pasok global yang lebih luas, termasuk industri kosmetik, farmasi, serta makanan dan minuman (sebagai perisa).
Berita Terkait
-
Geger! Gibran Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Parfum Branded: Kemenyan Setara Nikel?
-
Terbongkar Peran Bekingan! Isu Penugasan Papua, Gibran 'Diselamatkan' Dua Menteri Senior
-
Terungkap! Alasan Prabowo Ngotot Pertahankan Gibran, Jadi Bemper Politik?
-
Intel Bongkar Skenario 'Singkirkan' Gibran ke Papua: Ada Jejak Pengkhianatan Jokowi?
-
Pernah Ditertawai Dikira Hanya Buat Dukun, Wapres Gibran: Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan Loh
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Kabar Menyayat Hati, Masjid Al Aqsa Tak Gelar Salat Tarawih untuk Pertama Kali
-
Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia
-
2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?
-
Viral Warganet Temukan Rudal Sudah Siaga di Jawa Timur, Benarkah?
-
Dihujat Gara-Gara Berkeliaran Saat Terkena Campak, Ruce Nuenda Minta Maaf
-
Gempa M 4,3 Guncang Iran di Tengah Perang, Muncul Spekulasi Uji Coba Nuklir di Media Sosial
-
Berandai Anaknya Naksir Verrell Bramasta, Rindradana: Salah Didik Saya
-
Isu Jenderal Israel Ancam Indonesia Viral, Netizen +62 Ramai Beri Respons Kocak
-
Sempat Tertahan di Makkah Imbas Perang Iran vs AS - Israel, Meisya Siregar Bagikan Kondisi Terkini
-
Niat Ambil Dua Labu Siam untuk Buka Puasa, Pria 56 Tahun di Cianjur Tewas Usai Dianiaya