Entertainment / Film
Senin, 19 Januari 2026 | 12:46 WIB
Film Aku Sebelum Aku [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film original terbaru karya Gina S. Noer berjudul "Aku Sebelum Aku" akan tayang global di Netflix tahun 2026.
  • Film ini mengeksplorasi hubungan ayah-anak laki-laki, pencarian identitas, dan kritik kesulitan menjadi orang tua di Indonesia.
  • Ringgo Agus Rahman berperan sebagai ayah dalam film berskala besar berlatar budaya Sunda yang kompleks ini.

"Kalau hubungan ayah sama anak laki-laki tuh, in a way, ada persaingan tentang mendefinisikan identitas dirinya. Yang ayah maunya A, yang anak maunya B, atau ketika mereka punya skala sukses yang ingin diadu," paparnya.

Kritik Sosial: Jadi Orang Tua di Indonesia Itu Berat

Di balik balutan drama keluarga yang hangat dan humoris, Gina menyisipkan pesan tajam mengenai kondisi keluarga di Indonesia. 

Dia menyebut keluarga Indonesia sering kali hidup dalam "survival mode" atau mode bertahan hidup akibat kurangnya perlindungan sistemik.

"Jadi orang tua di Indonesia tuh berat banget. Semua usaha untuk membuat anak kita lebih baik atau membangun keluarga kita lebih baik itu jarang sekali bisa dilindungi oleh negara. Negara tuh lebih jadi banyak faktor yang membuat kita deg-degan daripada merasa dilindungi," tegas Gina.

Sang sutradara menyinggung data penurunan angka pernikahan di Indonesia sebagai indikator betapa sulitnya membangun keluarga saat ini. 

Melalui film ini, Gina berharap bisa memberikan ruang refleksi bagi penonton di tengah himpitan ekonomi dan ketidakpastian global.

"Cerita ini buat keluarga yang selalu dalam survival mode, dipaksa sama keadaan. Apa sih yang membuat pemaknaannya bisa jadi lebih lancar? Tentu ketika kita belajar memaknai apa yang terjadi sama diri kita dan keluarga kita sebelumnya," tambahnya.

Ringgo Agus Rahman dan Familiaritas Budaya Sunda

Baca Juga: Promo Buy 1 Get 1 Tiket Film Esok Tanpa Ibu di m.tix, Simak Cara Belinya

Untuk menghidupkan karakter Jaya, seorang ayah yang kompleks namun jenaka, Gina mempercayakan peran tersebut kepada Ringgo Agus Rahman. Film ini mengambil latar di Bandung dengan sentuhan budaya Sunda yang kental.

Gina tidak menampik adanya kekhawatiran publik mengenai peran Ringgo yang terkesan repetitif sebagai sosok ayah. Namun, dia memiliki alasan kuat. 

Baginya, familiaritas wajah dan logat Ringgo justru menjadi kunci agar cerita yang kompleks ini bisa diterima dengan mudah oleh penonton, terutama di layar gawai yang lebih kecil.

"Kita familiar dengan wajahnya, kita familiar dengan cara logatnya. Ketika familiar, kita bisa lebih santai karena kita tahu ekspektasinya apa," jelas Gina. 

"Aku pengin ketika kita melihat ayah yang penuh tekanan, penuh cinta, tapi juga bisa bercanda, itu butuh aktor yang selain fasih dan punya logika bahasa Sunda, dia juga bisa menangkap range emosi itu semua," sambungnya. 

Gina juga menekankan pentingnya otentisitas dialek dalam film ini. Dia membayangkan dialog-dialog dalam Aku Sebelum Aku terdengar musikal dan menyenangkan di telinga, layaknya percakapan khas masyarakat Sunda.Produksi Skala Besar

Load More