- Film original terbaru karya Gina S. Noer berjudul "Aku Sebelum Aku" akan tayang global di Netflix tahun 2026.
- Film ini mengeksplorasi hubungan ayah-anak laki-laki, pencarian identitas, dan kritik kesulitan menjadi orang tua di Indonesia.
- Ringgo Agus Rahman berperan sebagai ayah dalam film berskala besar berlatar budaya Sunda yang kompleks ini.
"Kalau hubungan ayah sama anak laki-laki tuh, in a way, ada persaingan tentang mendefinisikan identitas dirinya. Yang ayah maunya A, yang anak maunya B, atau ketika mereka punya skala sukses yang ingin diadu," paparnya.
Kritik Sosial: Jadi Orang Tua di Indonesia Itu Berat
Di balik balutan drama keluarga yang hangat dan humoris, Gina menyisipkan pesan tajam mengenai kondisi keluarga di Indonesia.
Dia menyebut keluarga Indonesia sering kali hidup dalam "survival mode" atau mode bertahan hidup akibat kurangnya perlindungan sistemik.
"Jadi orang tua di Indonesia tuh berat banget. Semua usaha untuk membuat anak kita lebih baik atau membangun keluarga kita lebih baik itu jarang sekali bisa dilindungi oleh negara. Negara tuh lebih jadi banyak faktor yang membuat kita deg-degan daripada merasa dilindungi," tegas Gina.
Sang sutradara menyinggung data penurunan angka pernikahan di Indonesia sebagai indikator betapa sulitnya membangun keluarga saat ini.
Melalui film ini, Gina berharap bisa memberikan ruang refleksi bagi penonton di tengah himpitan ekonomi dan ketidakpastian global.
"Cerita ini buat keluarga yang selalu dalam survival mode, dipaksa sama keadaan. Apa sih yang membuat pemaknaannya bisa jadi lebih lancar? Tentu ketika kita belajar memaknai apa yang terjadi sama diri kita dan keluarga kita sebelumnya," tambahnya.
Ringgo Agus Rahman dan Familiaritas Budaya Sunda
Baca Juga: Promo Buy 1 Get 1 Tiket Film Esok Tanpa Ibu di m.tix, Simak Cara Belinya
Untuk menghidupkan karakter Jaya, seorang ayah yang kompleks namun jenaka, Gina mempercayakan peran tersebut kepada Ringgo Agus Rahman. Film ini mengambil latar di Bandung dengan sentuhan budaya Sunda yang kental.
Gina tidak menampik adanya kekhawatiran publik mengenai peran Ringgo yang terkesan repetitif sebagai sosok ayah. Namun, dia memiliki alasan kuat.
Baginya, familiaritas wajah dan logat Ringgo justru menjadi kunci agar cerita yang kompleks ini bisa diterima dengan mudah oleh penonton, terutama di layar gawai yang lebih kecil.
"Kita familiar dengan wajahnya, kita familiar dengan cara logatnya. Ketika familiar, kita bisa lebih santai karena kita tahu ekspektasinya apa," jelas Gina.
"Aku pengin ketika kita melihat ayah yang penuh tekanan, penuh cinta, tapi juga bisa bercanda, itu butuh aktor yang selain fasih dan punya logika bahasa Sunda, dia juga bisa menangkap range emosi itu semua," sambungnya.
Gina juga menekankan pentingnya otentisitas dialek dalam film ini. Dia membayangkan dialog-dialog dalam Aku Sebelum Aku terdengar musikal dan menyenangkan di telinga, layaknya percakapan khas masyarakat Sunda.Produksi Skala Besar
Meski berfokus pada drama keluarga, Aku Sebelum Aku digarap dengan skala produksi yang masif. Melibatkan lebih dari 250 kru dan latar waktu yang melintasi generasi (termasuk era perang), film ini menjadi tantangan tersendiri bagi Gina.
"Tantangan utamanya nomor satu tentu bagaimana melihat peristiwa sejarah keluarga dan merefleksikannya tanpa harus ke-trigger secara emosional. Kedua, ini film yang secara skala produksi besar sekali. Semua cerita itu berkelindan jadi satu," ungkapnya.
Film ini dijanjikan akan menjadi tontonan yang fun, konyol, namun tetap menyentuh hati.
"Ini bayangin ceritanya kayak membuka kotak harta karun. Tapi kotak harta karunnya dengan petualangannya, dengan keseruannya, justru ke dalam diri sendiri," tutup Gina.
Berita Terkait
-
Tiket Gala Premiere Film Horor Kuyank Diskon Buy 1 Get 1, Cek Syaratnya
-
Satu Dekade Netflix di Indonesia: Dari Sengketa Blokir Hingga Revolusi Sinema Tanah Air
-
Penggemar Horor, Ini Promo Beli 1 Gratis 1 Tiket Sebelum Dijemput Nenek di Cinema XXI
-
Sinopsis The Bluff: Priyanka Chopra Tampil Badass sebagai Ratu Bajak Laut
-
Film Titip Bunda di Surga-Mu Segera Tayang di Bioskop, Angkat Luka Komunikasi Orang Tua dan Anak
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik dengan Sarwendah Makin Panas, Ruben Onsu Murka Dengar Kata 'Najis' dan 'Cong'
-
Diterpa Isu Cerai Sejak 2025, Anthony Xie Akhirnya Buka Suara soal Ruma Tangga dengan Audi Marissa
-
Shenina Cinnamon dan Sahabat Bersaing Temui Idola K-Pop, Fokus Night Shift for Cuties di Netflix
-
Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan
-
Sinopsis Sebelum Dijemput Nenek: Film Teror Arwah yang Siap Geser Posisi Agak Laen 2 di Netflix
-
Jelang Rilis Film Baru Warkop DKI, Indro Persembahkan Lagu Dan Aku Rindu untuk Mendiang Sahabat
-
Shark Bait: Liburan Musim Panas Berujung Maut, Malam Ini di Trans TV
-
Siberia: Keanu Reeves Terjebak Intrik Berlian dan Cinta Membara, Malam Ini di Trans TV
-
The Doll 2: Teror Sabrina Kembali Gentayangan, Malam Ini di ANTV
-
Buktikan Bukan Pelaku Kriminal Pakai SKCK, Clara Shinta Bongkar Halusinasi Mantan Suami