Suara.com - Menantu pemilik daycare Little Aresha Yogyakarta menjadi sorotan setelah disebut sedang menempuh pendidikan di Australia melalui program beasiswa LPDP.
Informasi mengenai sosok tersebut beredar luas di media sosial setelah warganet mengaitkannya dengan kasus dugaan kekerasan di daycare tersebut.
Seorang pengguna Threads mengunggah dugaan identitas menantu bernama Kintansari Putri beserta latar belakang pendidikan dan keluarganya.
"Mau nambahin seluk-beluk kasus day care Jogja yang lagi viral itu," tulis pengguna tersebut dalam unggahan yang ramai dibagikan.
Dia menyebut Kintansari Putri tengah melanjutkan studi di Australia melalui jalur LPDP bersama anggota keluarga lainnya.
"Dia dan anaknya lagi kuliah LPDP di Australia," tulisnya, sembari menyinggung dugaan koneksi keluarga dengan lingkungan pemerintahan.
Unggahan lain menguatkan klaim tersebut dengan pengalaman pribadi.
"Guys, aku seangkatan sama Kintan ini di UGM. Sekarang lagi S2 di Melbourne," tulis seorang warganet.
Dia menyebut latar belakang pendidikan Kintansari Putri di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Baca Juga: Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
Perbincangan publik juga menyoroti fenomena sanksi sosial terhadap keluarga yang dikaitkan dengan kasus tersebut di media sosial.
"Ini yang disebut sanksi sosial atau cancel culture, ya akan menyakitkan," tulis warganet lain dalam komentar yang ikut viral.
Di tengah ramainya pembahasan, akun media sosial yang diduga milik Kintansari Putri dilaporkan tidak lagi dapat diakses publik.
Kasus daycare Little Aresha sendiri mencuat setelah laporan dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak yang dititipkan.
Beberapa temuan mencakup bayi diikat ke jendela atau pintu serta anak-anak dibedong dalam kondisi minim pakaian.
Selain itu, anak-anak diduga dibiarkan kelaparan sehingga memicu trauma dan perubahan perilaku menurut pengakuan orang tua korban.
Berita Terkait
-
Curhat Pilu Ibu Korban Daycare Little Aresha, Bayi Diikat Tanpa Baju: Hatiku Hancur
-
Lebih dari 50 Balita Jadi Korban Penganiayaan, Daycare Little Aresha Ternyata Tak Berizin
-
Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Viral Video Guru dan Siswi Berkelahi Saling Jambak Kerudung di Kelas, Sungguhan atau Belajar Akting?
-
Foto Para Balita di Little Aresha Diikat dan Dibiarkan Telanjang Bikin Publik Marah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan