Bernard Chaniago | Kurniawan Mas'ud
Kamis, 15 Maret 2018 | 17:26 WIB
Menangkap SK dengan barang bukti antara lain satu pucuk senjata api.
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabinet Faisal Amir Masduki menunjukkan barang bukti saat menggelar rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/3).
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabinet Faisal Amir Masduki menunjukkan barang bukti saat menggelar rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/3).
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabinet Faisal Amir Masduki menunjukkan barang bukti saat menggelar rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/3).
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabinet Faisal Amir Masduki menunjukkan barang bukti saat menggelar rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/3).
Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabinet Faisal Amir Masduki menunjukkan barang bukti saat menggelar rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/3).

Suara.com - Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Kabinet Faisal Amir Masduki menunjukkan barang bukti saat menggelar rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/3). Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap SK pelaku penipuan dengan mengaku sebagai Staf Khusus Kepresidenan dengan barang bukti kartu tanda pengenal, gantungan kunci, peneng dengan logo Istana Presiden RI, serta satu pucuk senjata api. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]