Foto / News
Selasa, 03 Maret 2026 | 20:20 WIB
President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (tengah), Director and Chief Agency Officer Generali Indonesia Jutany Japit (kiri) dan Operation Group Head Generali Indonesia Suzwamela Zawawi saat peluncuran produk GEN Syariah Perlindungan Aman di Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (tengah), Director and Chief Agency Officer Generali Indonesia Jutany Japit (kiri) dan Operation Group Head Generali Indonesia Suzwamela Zawawi saat peluncuran produk GEN Syariah Perlindungan Aman di Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (tengah), Director and Chief Agency Officer Generali Indonesia Jutany Japit (kiri) dan Operation Group Head Generali Indonesia Suzwamela Zawawi saat peluncuran produk GEN Syariah Perlindungan Aman di Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
President Director and CEO Generali Indonesia Rebecca Tan (kedua kanan), Director and Chief Agency Officer Generali Indonesia Jutany Japit (kiri) , Operation Group Head Generali Indonesia Suzwamela Zawawi (kanan) dan nasabah pertama saat peluncuran produk GEN Syariah Perlindungan Aman di Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Talkshow saat peluncuran produk GEN Syariah Perlindungan Aman di Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman pada 3 Maret 2026 di Jakarta sebagai solusi proteksi berbasis syariah di tengah kenaikan biaya hidup. Produk ini menawarkan manfaat jiwa hingga 250% yang meningkat setiap lima tahun, serta tambahan 110% jika peserta wafat saat menjalankan ibadah haji atau umrah, sekaligus dilengkapi fitur wakaf.

Peluncuran dilakukan bertepatan Ramadan 1447 H dan menggandeng Dompet Dhuafa untuk penyaluran wakaf melalui nazir resmi. Produk ini juga dapat dilengkapi asuransi tambahan kesehatan yang mencakup rawat inap dan rawat jalan. Pemasaran didukung ribuan tenaga berlisensi syariah dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia serta platform digital untuk konsultasi dan transaksi.

Langkah ini hadir di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Badan Pusat Statistik mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71% pada 2024 dengan tren meningkat sejak 2022. Inflasi pangan 2025 mencapai 4,58%, sementara inflasi umum bergerak dari 2,92% pada Desember 2025 menjadi 3,55% pada Januari 2026, menandakan tekanan harga belum sepenuhnya mereda.

Di sisi lain, sektor keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan positif. Otoritas Jasa Keuangan melaporkan kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh sepanjang 2025, termasuk peningkatan aset asuransi syariah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat literasi syariah 43,42% dan inklusi 13,41%, menunjukkan peluang perluasan akses dan pemanfaatan produk syariah masih terbuka lebar. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More