Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB
Petani mengumpulkan bawang merah hasil panen dini di lahan pertanian Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nym]
Petani membuat parit untuk kanal pembuangan air di lahan pertanian bawang merah yang terendam banjir di Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nym]
Petani menarik potongan tong plastik berisi bawang merah hasil panen dini di lahan pertanian Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nym]

Suara.com - Petani mengumpulkan bawang merah hasil panen dini di lahan pertanian Desa Junjung, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Petani terpaksa memanen lebih awal akibat lahan pertanian terendam air hujan selama beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut berisiko menurunkan kualitas umbi dan memengaruhi harga jual. Saat ini harga bawang merah di tingkat petani berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

Petani juga membuat parit untuk mempercepat pembuangan air dari lahan yang terendam. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi genangan yang dapat menyebabkan bawang merah membusuk serta menekan risiko kerugian.

Desa Junjung merupakan salah satu wilayah sentra bawang merah di Tulungagung. Data Dinas Pertanian mencatat Kecamatan Sumbergempol menjadi sentra terbesar dengan luas tanam 80 hektare dan produksi 5.920 kuintal sepanjang 2025. [ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nym]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com