SUARA GARUT - Isu Garut Bangkrut kini terus mendapat respon dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Garut Goverment Watch (GGW).
GGW menilai, justru yang terjadi saat ini adalah cenderung melakukan pemborosan anggaran.
Salah satu yang disoroti GGW, yakni anggaran perjalanan dinas di setiap instansi.
GGW memandang tinginya anggaran perjalanan dinas, seperti di Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut.
Berdasarkan data GGW, Jumlah dana yang disiapkan mencapai lebih dari satu miliar rupiah.
Dinas Pendidikan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar, Sekretariat Daerah sebesar 2,8 miliar.
Sedangkan untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp 2,7 miliar. Jumlah itu belum termasuk di tiap Puskesmas yang anggarannya berkisar antara Rp 50-100 juta.
Dana yang cukup besar itu hanya untuk membiayai perjalanan dinas masing-masing Instansi di dalam kota.
"Jangan bilang Garut akan bangkrut, anggaran sekarang saja masih ada indikasi upaya korupsinya," kata Sekjen GGW Agus Sugandi, pada garut.suara.com, Minggu, (09/04/2023).
Baca Juga: Indra Sjafri Pilih 28 Pemain Muda untuk Gothia Cup 2023 di Swedia
Sebesar apapun anggarannya, kata Agus Sugandi, jika pengelolaannya tidak baik, pasti akan kurang.
Agus mengatakan, perbaikan yang harus dilakukan saat ini yakni mental para pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Garut.
Sehingga anggaran yang telah diberikan pemerintah pusat baik dana alokasi umum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK), tepat sasaran dalam pelaksanaannya.
"Jangan sampai modus-modus korupsi itu masih nampak sebagai upaya menyerap anggaran dari pusat," tandasnya.
Sebelumnya Bupati Garut Rudy Gunawan, mengeluhkan pemerintah daerah mengalami kekurangan anggaran akibat banyaknya pengangkatan pegawai dengan perjanjian Kerja (PPPK), pada tahun ini.
"Bahkan untuk tagihan listrik sekalipun tidak sanggup membayarnya," Ujar Bupati seperti ditirukan Afus.(*)
Berita Terkait
-
Dewan Pendidikan Angkat Suara Soal Garut Bangkrut, Dedi Kurniawan: Mungkinkah Pengangkatan PPPK Membebani APBD
-
LSM Laskar Indonesia DPC Malangbong Prihatin Atas Pernyataan Bupati Soal Garut Bangkrut Karena Mengangkat PPPK
-
Garut Bangkrut Hingga Tidak Mampu Membayar Listrik, CPPPK 2023 Merasa Menjadi Tersangka
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial