Suara.com - Peneliti dari Pro Addicta Swiss, Oliever Marquardt mengatakan, stimulasi otak bisa mengobati para pecandu narkoba, alkohol, dan nikotin.
"Stimulasi otak dilakukan dengan cara menanamkan sugesti bahwa narkoba, alkohol, dan nikotin berbahaya. Cara itu efektif untuk mengobati para pecandu," katanya di Yogyakarta, Senin (19/5/2014).
Lewat stimulasi otak, lanjut Oliever, dalam waktu lima hari para pecandu sudah bisa melepaskan dirinya dari kecanduan.
Menurut dia, orang yang kecanduan jika ingin sembuh, kunci utamanya ada pada dirinya sendiri.
"Selain itu, kami juga tanamkan pikiran pada mereka bahwa narkoba, alkohol, dan nikotin itu berbahaya bagi mereka," imbuh Oliever.
Ia mengatakan hal lain yang dibutuhkan untuk melepaskan kecanduan adalah dengan cara memisahkan atau menjauhkan mereka dari tempat-tempat yang mudah mendapatkan barang-barang tersebut.
"Dalam menangani para pecandu, kami juga berusaha memberikan kegiatan lain yang bisa mengalihkan keinginan mereka untuk mengonsumsi obat-obatan itu, karena sebenarnya kecanduan merupakan penyakit yang ada di dalam otak kita," jelas Oliever.
Upaya pengobatan bagi para pecandu, lanjut dia, tidak akan bisa berjalan maksimal jika mereka tidak memiliki keinginan dan kemauan untuk berhenti.
"Oleh karena itu perlu ditanamkan sugesti yang berbeda. Kalau mereka masih belum memiliki keinginan dan kemauan kuat untuk berhenti, langkah selanjutnya sebisa mungkin harus mengangkat kesadaran mereka," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kapolres Bima Terjerat Narkoba, Ketua Komisi III DPR Dukung Penuh Polri: Tunjukkan Ketegasan!
-
Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, DPR Minta Polri Beri Sanksi Berat Tanpa Kompromi
-
Dari Koper Putih ke Tes Rambut Positif, Jerat Narkoba Eks Kapolres Bima Kian Terang!
-
Tersangka Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Terancam Pidana Seumur Hidup
-
Nyanyian Mantan Kasat Narkoba Seret Kapolres Bima Kota: Setoran Rp1 M Berujung Penonaktifan
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026