Ilustrasi. (Shutterstock)
Gampang marah tidak hanya merugikan kesehatan mental dan fisik yang bersangkutan, tetapi juga berdampak buruk bagi orang lain. Ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Michigan, Amerika Serikat (AS).
Dalam studi terkininya itu mereka menemukan gejala yang kurang baik yang dialami seorang suami lantaran sering dimarahi oleh istri. Gangguan jantung yang berujung pada kematian biasanya terjadi pada suami yang istrinya sering marah atau terlalu cerewet mempermasalahkan hal-hal yang sebenarnya sepele, tetapi selalu dibesar-besarkan.
Setelah dipelajari lebih dalam menggunakan tekanan darah sebagai alat ukur, diketahui istri yang selalu marah-marah dan tidak mampu mengendalikan emosinya yang menjadi penyebab suami rentan mengalami masalah dengan sistem kardiovaskular (pembuluh darah jantung).
Peneliti sosial dari University of Michigan's Institute Kira S Birditt menilai dibandingkan istri, seorang suami yang sensitif dan selalu menutupi keburukan istrinya justru lebih mudah terkena penyakit. Temuan dari studi ini kembali menegaskan bahwa stres benar-benar memiliki efek jangka panjang terhadap kesehatan kardiovaskular dan kualitas hubungan suami-istri.
Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti memberi sejumlah pertanyaan kepada para suami bagaimana stres kronis mampu memengaruhi tekanan darahnya. Hasilnya, menurut Kira, lelaki yang memiliki istri pemarah kerap mengalami masalah gangguan jantung. (Times of India)
Dalam studi terkininya itu mereka menemukan gejala yang kurang baik yang dialami seorang suami lantaran sering dimarahi oleh istri. Gangguan jantung yang berujung pada kematian biasanya terjadi pada suami yang istrinya sering marah atau terlalu cerewet mempermasalahkan hal-hal yang sebenarnya sepele, tetapi selalu dibesar-besarkan.
Setelah dipelajari lebih dalam menggunakan tekanan darah sebagai alat ukur, diketahui istri yang selalu marah-marah dan tidak mampu mengendalikan emosinya yang menjadi penyebab suami rentan mengalami masalah dengan sistem kardiovaskular (pembuluh darah jantung).
Peneliti sosial dari University of Michigan's Institute Kira S Birditt menilai dibandingkan istri, seorang suami yang sensitif dan selalu menutupi keburukan istrinya justru lebih mudah terkena penyakit. Temuan dari studi ini kembali menegaskan bahwa stres benar-benar memiliki efek jangka panjang terhadap kesehatan kardiovaskular dan kualitas hubungan suami-istri.
Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti memberi sejumlah pertanyaan kepada para suami bagaimana stres kronis mampu memengaruhi tekanan darahnya. Hasilnya, menurut Kira, lelaki yang memiliki istri pemarah kerap mengalami masalah gangguan jantung. (Times of India)
Komentar
Berita Terkait
-
Jorge Costa, Eri Irianto dan 4 Pemain yang Meninggal Akibat Serangan Jantung
-
Innalillahi! Cristiano Ronaldo Bagikan Kabar Duka Cita
-
Serangan Jantung Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Jemaah Haji RI di Tanah Suci
-
Serangan Jantung Bisa Balik Lagi dalam 5 Tahun, Ini Cara Ampuh Menurunkan Risikonya
-
Automated External Defibrillator, Selamatkan Nyawa Bila Terjadi Serangan Jantung Saat Olahraga
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya