Suara.com - Demam batu akik masih terjadi di pelosok nusantara. Tak hanya orang dewasa, batu akik juga diminati oleh kalangan anak muda. Bahkan untuk jenis batu akik yang langka harganya bisa bernilai miliaran rupiah.
Jika Anda salah satu penggemar batu akik, sebaiknya jangan terlalu lama merendamnya di dalam air. Pasalnya, menurut penelitian yang dilansir oleh Tim Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, rendaman batu akik menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab Demam Berdarah Dengue.
"Peneliti kami menemukan jentik nyamuk Aedes Aegypti pada rendaman batu akik yang menularkan virus Dengue dan menyebabkan DBD," kata Kepala Balitbangkes, Prof. Tjandra Yoga Aditama.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat yang gemar mengoleksi batu akik untuk rutin mengganti air rendaman setiap hari atau dua kali sehari.
"Jangan sampai demam batu akik menjadi penyebab terjadinya demam 'beneran' akibat DBD," pungkas Prof Tjandra.
Ia juga memaparkan temuan tim Balitbangkes di lapangan mengenai berkembangnya jentik nyamuk di bagian bawah dispenser tempat meletakkan gelas. Seringkali air menetes dan menimbulkan genangan.
Untuk itu Prof Tjandra mengimbau agar masyarakat mewaspadai genangan air di sekitar rumah dan membersihkan bak mandi secara rutin.
Berita Terkait
-
Gerakan 'United Against Dengue' Diluncurkan Demi Tekan Angka Kematian DBD di Indonesia
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Waspada! Kasus DBD di Jakarta Mulai Merayap Naik di Awal 2026
-
7 Rekomendasi Lotion Anti Nyamuk Untuk Bayi, Aman Buat Kulit Sensitif
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal