Suara.com - Kepolisian Malaysia mengungkap temuan terkini pasca kematian Kim Jong Nam. Menurut mereka, kematian saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ini disebabkan oleh paparan racun mematikan bernama "Agen Saraf VX".
Lalu apa sebenarnya racun ini? Mengapa dapat menewaskan nyawa seseorang dalam hitungan detik? Suara.com pun mencoba menghubungi pakar kesehatan saraf Dr.dr. Wawan, SpBS, SpKP.
Dokter Biomedik lulusan Program Doktor FKUI ini meyakini bahwa upaya pembunuhan Kim Jong Nam telah dipersiapkan matang-matang. Pasalnya, kata dia, selain dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia pada 1993, karena bisa digunakan sebagai senjata pemusnah massal, gas VX juga merupakan gas yang sangat mematikan.
"Produksinya sulit, ketersediaannya di dunia sedikit, kecuali memang ada negara yang merencanakannya untuk digunakan sebagai senjata kimia, serta racun ini berbentuk gas yang penyimpanannya sangat sulit," ujar dr Wawan ketika dihubungi Suara.com lewat ponsel, Sabtu (25/2/2017).
Dalam dosis kecil, ia menambahkan, paparan zat kimia ini bisa menimbulkan kematian. Dokter Wawan mengibaratkan agen saraf VX ini seperti parfum yang hanya sekali semprot maka bisa menghabisi nyawa seseorang.
"Cukup 10-15 miligram, bukan gram atau kilogram, sudah bisa membunuh hanya dengan disemprotkam ke kulit kita. Sangat powerfull dan sederhana. Bayangkan kalau parfum, beberapa detik atau menit, orang yang disemprotkan parfum akan roboh dan menghembuskan napas terakhir," tambah dia.
Namun tak seperti parfum yang menghasilkan aroma tertentu, racun VX yang berbentuk gas ini tidak berbau dan berwarna. Oleh karena itu akan sulit sekali mengenali gas ini sebagai racun.
"Tentu saja sulit dikenali jika disemprotkan ke kulit atau ke wajah, sebelum efeknya yang mematikan tadi muncul," ujar dr Wawan.
Ia juga menegaskan bahwa gas saraf VX adalah zat sintetik yang pembuatannya tidak mudah. Sehingga jika bukti mengatakan bahwa Korea Utara adalah pelakunya, ia khawatir penyalahgunaan zat saraf ini bisa kembali terulang di aksi teror berikutnya.
Baca Juga: Rizieq Akan Jadi Saksi Kasus Ahok, Polisi Siap Tambah Pasukan
"Bisa saja sudah beredar di pasar gelap dan disalahgunakan pada aksi teror atau pembunuhan selanjutnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?