Suara.com - Tak sedikit manusia di dunia ini berjuang menurunkan berat badan. Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan berolahraga keras hingga diet makanan cepat saji.
Namun, tips makan lebih sedikit dapat diubah dengan warna piring, terutama warna merah. Warna merah diperkirakan memicu sinyal yang dapat mengurangi jumlah porsi makan.
Sementara piring putih membuat makanan terasa lebih manis dan memungkinkan kamu untuk menikmati makanan penutup sama banyaknya dengan makanan utama, tapi dengan sedikit gula.
"Taruh makanan ringan atau makanan tidak sehat di atas piring merah--Anda akhirnya akan makan sedikit karena warna merah di piring seperti memicu semacam sinyal bahaya," ucap Dr Charles Spence, profesor psikologi eksperimental, Universitas Oxford, dikutip dari Daily Mail, Senin (1/5/2017).
Ini bukan pertama kalinya warna peralatan makan dikatakan memiliki dampak persepsi. Pada 1980-an, sebuah proyek penelitian di John Hopkins University, Baltimore, Amerika Serikat, mempelajari warna merah muda dan menemukan bukti bahwa warna tersebut bisa membantu menekan nafsu makan.
Studi lain dari Cornell University, New York, mempelajari jumlah makanan yang dimakan orang saat diberi piring merah atau putih untuk disajikan sendiri di prasmanan.
Para periset menemukan, bahwa semakin tinggi kontras antara warna makanan dan makanan dari piring, semakin sedikit orang yang melayani diri mereka sendiri.
Selain itu, pada 2011 peneliti dari University of Valencia, Spanyol, meminta 51 peserta untuk makan mousse stroberi yang sama dari piring putih dan hitam, bergantian urutan piring mana yang digunakan terlebih dahulu.
Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi mousse dari piring putih membuat rasanya tujuh persen lebih manis, 13 persen lebih terasa dan sembilan persen lebih menyenangkan dari pada piring hitam.
Baca Juga: Rasa Cemas Selalu Berdampak Negatif? Hasil Studi Ini Membantahnya
Ini terjadi karena latar belakang putih memungkinkan kita melihat makanan kita lebih jelas atau memicu kenangan akan pengalaman gastronomi yang manis.
"Piring putih pada umumnya memiliki warna yang kontras dengan makanan, sehingga orang lebih mampu menilai warna makanan itu sendiri daripada dipengaruhi oleh latar belakangnya. Mungkin juga otak kita melacak semua makanan yang kita makan dan jenis piring yang kita makan. Membayangkan piring putih membuat makanan terasa lebih manis secara umum," papar Dr Spence, penulis "Gastrophysics: The New Science of Eating".
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal