Suara.com - Benjolan pada payudara dan sekitarnya merupakan salah satu tanda dari gejala kanker payudara. Nyatanya, kanker payudara dapat hadir dalam beberapa cara berbeda.
Jika Anda menyadari ada perubahan sekecil apapun pada payudara Anda, sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk memeriksanya lebih lanjut. Jika tidak, mungkin Anda akan mengalami nasib yang sama seperti Jennifer Cordts.
Pada 2015, Jennifer melihat ruam atau noda merah di payudara kirinya. Dia pun melakukan mamogram. Namun, dokter menyatakan bahwa hasilnya adalah normal.
Dia tidak memiliki benjolan atau tumor, dan darahnya tampak baik-baik saja. Jadi dokter menyatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap ruam tersebut.
Jennifer bahkan diberitahu ruam tersebut mungkin disebabkan pemakaian bra yang terlalu kecil. Namun, ruamnya tetap tidak hilang.
Suatu malam, Jennifer mencari gejala yang dideritanya di internet. Dia pun sangat terkejut, hal pertama yang muncul adalah kanker payudara inflamasi, jenis kanker payudara langka yang tumbuh di pembuluh getah bening yang menghalangi bagian ini dari waktu ke waktu.
"Saya sangat ketakutan, dan langsung merasa tidak nyaman," kata Jennifer.
Tak berselang lama, Jennifer pun langsung menjalani biopsi, dan ketakutannya dikonfirmasi. Ya, ternyata mamogram tidak dapat melihat kelainan ini. Sementara itu, hasil biopsinya menunjukkan bahwa dia menderita kanker payudara inflamasi stadium empat.
Kanker ini cukup langka, sehingga kemungkinan dokter belum pernah melihatnya sebelumnya. Jika Jennifer tidak meminta tes lanjutan, penyakitnya mungkin akan terlewatkan sepenuhnya.
Saat ini, menurut dokter dia hanya memiliki waktu antara tiga sampai lima tahun untuk bertahan hidup, dan menerima perawatan untuk memperlambat penyebaran kankernya. Setiap tiga bulan dia pergi ke rumah sakit untuk mencari tahu apakah kankernya semakin tumbuh atau menyebar.
Hidupnya pun saat ini benar-benar didedikasikan untuk membuat kenangan, dan kenyataan bahwa kanker ini akan membunuhnya kapan saja.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Jennifer memutuskan untuk mulai berbagi cerita, dan menunjukkan foto ruam yang mengingatkannya pada kankernya. Itu dilakukannya agar tidak ada perempuan lain yang tertipu dengan ruam tersebut, sehingga mereka bisa segera memeriksakan diri ke dokter.
"Saya benar-benar ingin seseorang langsung pergi (ker rumah sakit) saat mereka melihat memiliki kemerahan di payudaranya. Saya menyarankan untuk tidak memeriksakan dengan mamogram saja, mintalah lebih banyak tes," tutup dia. (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas