Suara.com - Sebuah studi baru mengatakan bahwa lelaki dan perempuan yang memiliki pinggang besar, lebih tinggi risikonya untuk tidak panjang umur.
Studi ini juga menemukan bahwa kelebihan lemak di sekitar tubuh bagian tengah dapat meningkatkan risiko kematian dini, bahkan pada orang yang tidak mengalami kelebihan berat badan.
Eric J. Jacobs, PhD, dan rekan timnya di American Cancer Society seperti dialnsir hellosehat.com meneliti hubungan antara lingkar pinggang dan risiko kematian pada 48.500 lelaki dan 56.343 perempuan yang berusia 50 tahun ke atas.
Sebelumnya, semua peserta telah menyelesaikan survei yang dikirim melalui pos mengenai faktor demografi, masalah medis dan perilaku, serta memberikan informasi tentang berat dan lingkar pinggang selama 1990-an.
Mereka menemukan bahwa seseorang dengan pinggang berukuran 118 cm untuk lelaki dan 90 cm untuk perempuan lebih berisiko cepat meninggal dibanding orang yang lebih kurus.
Hasilnya, ukuran pinggang besar lebih berisiko tinggi untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan dan bahkan kanker, pada setiap ukuran indeks massa tubuh. Artinya risiko Anda tetap akan meningkat akibat lingkar pinggang besar, bahkan jika Anda tidak gemuk.
Perempuan berpinggang besar berisiko kanker
Selain itu, periset yakin bila ukuran pinggang yang besar dapat dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi di antara semua ukuran BMI (indeks massa tubuh). Hal itu termasuk juga pada orang dengan berat badan normal maupun orang-orang yang kelebihan berat badan.
Penelitian lain juga menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan dengan lingkar pinggang melebihi normal, cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol total dan kadar trigliserida tinggi, serta kolesterol baik (HDL) rendah.
The Shanghai Women’s Health Study juga membuktikan hal yang sama yaitu, risiko kematian dan terkena penyakit kanker lebih tinggi pada perempuan dengan lingkar pinggang yang tidak normal, walaupun perempuan tersebut memiliki indeks massa tubuh normal (tidak gemuk).
Baca Juga: Ini Baru Beda, "Sop Singkong Ceker", Rasanya Gurih Menyegarkan
Dan yang lebih mengejutkan lagi, untuk para perempuan, terdapat hubungan antara ukuran pinggang dan kematian sangat kuat pada mereka yang berat badannya normal. Periset mengatakan alasannya tidak jelas dan butuh studi lebih lanjut untuk membuktikannya.
Lantas, berapa ukuran lingkar pinggang yang normal?American Heart Association National Heart serta Lung and Blood Institute menetapkan ukuran lingkar pinggang yang sehat pada perempuan, yaitu lebih kecil dari 88 cm, sedangkan pada laki-laki lebih kecil dari 102 cm. Melebihi dari angka tersebut dapat dikatakan memiliki perut buncit atau obesitas sentral.
Pada orang yang memiliki berat badan normal namun lingkar pinggang yang besar, maka ia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena berbagai penyakit dibandingkan dengan orang dengan lingkar pinggang yang normal.
Bagaimana mengecilkan pinggang yang berukuran besar?
Dari semua bahaya yang telah diuraikan, Anda hanya perlu melakukan pola hidup sehat untuk mencegah bahaya tersebut. Selalu konsumsi makanan yang rendah kalori, rendah lemak serta tinggi serat. Kurangi makan-makanan yang terlalu banyak garam dan gula.
Perbanyak makan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh dibandingkan dengan makanan tinggi lemak jenuh. Dan penting juga untuk melakukan olahraga rutin dengan intensitas sedang, setidaknya 30 menit per hari.
Anda bisa berolahraga seperti jalan cepat, berlari, atau bahkan sekadar berenang 2 kali dalam seminggu guna mengurangi lemak di dalam tubuh.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?