Suara.com - Gagal jantung adalah gangguan fungsi jantung yang dapat menyebabkan kematian. Ada berbagai alasan mengapa seseorang bisa mengalami gagal jantung, dan tahukah Anda bahwa salah satunya adalah akibat kekurangan vitamin D? Bagaimana bisa kurang vitamin D mengakibatkan gagal jantung?
Simak ulasan tentang kaitan gagal jantung dengan kekurangan vitamin D yang dihimpun hellosehat.com.
Gagal jantung adalah kondisi di mana otot jantung berhenti bekerja, sehingga jantung tak dapat memompa darah dengan semestinya. Memang, banyak hal yang dapat menyebabkan penyakit jantung yang satu ini.
Penyebab yang paling umum adalah pola hidup yang tidak sehat. Namun penyebab tersebut sangat umum, bahkan semua penyakit bisa disebabkan oleh hal ini. Tapi, tahukah Anda bahwa gagal jantung juga bisa diakibatkan oleh kurangnya vitamin D?
Hal ini dibuktikan dalam beberapa studi yang meneliti terkait risiko gagal jantung. Salah satu penelitian yang dilakukan di Austria, menyatakan bahwa orang yang mengalami kekurangan vitamin D berpotensi 3 kali lebih besar untuk terkena gagal jantung.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan di Jerman, mengungkapkan jika pasien dengan gagal jantung yang diberikan asupan vitamin D yang tinggi, memiliki harapan hidup yang lebih besar ketimbang pasien yang tak mengonsumsi asupan vitamin tersebut.
Mengapa kurang vitamin D bisa bikin gagal jantung?
Diperkirakan ada sebanyak satu miliar orang di dunia mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, khususnya gagal jantung.
Sebenarnya, vitamin D sendiri memiliki fungsi utama untuk menjaga kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Namun ada beberapa peran vitamin D yang berhubungan dengan kerja jantung, yaitu:
1. Membantu mengontrol tekanan darah dan glukosa darah
Bila kedua hal tersebut jumlahnya tinggi di dalam tubuh, maka akan memicu gangguan fungsi jantung.
2. Dapat membuat otot jantung lebih kuat untuk memompa darah
Mengurangi peradangan di dalam tubuh yang biasanya terjadi akibat terlalu banyak tumpukan lemak. Semua peran tersebut tidak dapat terpenuhi bila Anda tak memiliki vitamin D yang cukup.
Selain meningkatkan risiko penyakit jantung, kekurangan vitamin ini juga akan mengakibatkan gangguan tulang.
Apa penyebab kekurangan vitamin D?
Ada banyak alasan yang menyebabkan jumlah vitamin D di dalam tubuh Anda kurang, yaitu:
1. Tidak mengonsumsi makanan sumber vitamin D
Hal ini sering terjadi pada orang yang menerapkan diet vegan yang menghindari makanan hewani. Sementara, vitamin D banyak terkandung pada makanan yang berasal dari hewan.
2. Sedikit terpapar matahari
Terdapat gangguan pada ginjal sehingga vitamin D tidak dapat diolah dengan baik. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.
3. Kelebihan berat badan
Vitamin D di dalam tubuh akan diikat oleh lemak. semakin banyak tumpukan lemak yang ada di dalam tubuh, maka semakin banyak vitamin D yang terikat dan akhirnya tidak digunakan.
4. Mengalami gangguan pencernaan
Mengalami gangguan pencernaan, seperti penyakit Chron’s, cystic fibrosis, dan penyakit celiac, vitamin D dari makanan tidak dapat dicerna dengan baik.
Perlukah konsumsi suplemen vitamin D?
Vitamin D sangat mudah didapatkan. Pasalnya, vitamin ini bisa Anda dapatkan dari sinar matahari. Ya, ketika Anda berada di luar ruangan di siang hari dan terpapar sinar matahari, maka sebenarnya tubuh Anda sedang menyimpan vitamin D sebanyak-banyaknya saat itu.
Terpapar 10 menit saja sudah cukup untuk memenuhi vitamin D selama beberapa hari. Namun jika Anda jarang keluar ruangan, bukan tidak mungkin Anda mengalami kekurangan vitamin D.
Bila ini yang terjadi, maka Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, seperti:
1. Susu dan berbagai produknya
Berbagai jenis ikan laut dalam, seperti salmon dan tuna
2. Hati sapi
3. Kuning telur
Bila Anda dapat mengonsumsi semua makanan tersebut, maka sebenarnya Anda tak memerlukan vitamin D dari suplemen. Tetapi, jika Anda memang mengalami gejala kekurangan vitamin D, maka Anda dapat mengosumsi suplemen. Dan sebaiknya diskusikan dahulu pada dokter Anda terkait suplemen yang akan Anda konsumsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?