Suara.com - Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat diketahui, orang yang memilih pengobatan alternatif untuk mengobati kanker berisiko meninggal dunia lima kali lipat lebih tinggi di bandingkan mereka yang memilih perawatan medis.
"Risiko kematian lima tahun setelah diagnosis tertinggi adalah untuk penderita kanker payudara, dan usus besar," kata penulis utama penelitian, Skyler Johnson dari Yale School of Medicine di New Haven, Connecticut. Hal itu berarti sekitar 5,6 dan 4,6 kali kemungkinan meninggal dunia lebih tinggi.
Pasien kanker paru-paru yang menolak operasi, radiasi atau kemoterapi dan lebih memilih menggunakan herbal serta vitamin, homeopati, diet khusus atau terapi, memiliki dua kali lebih besar risiko meninggal pada periode yang sama atau sekitar lima tahun setelah diagnosis.
Sementara itu, dalam laporan yang dibeberkan dalam Journal of National Cancer Institute dikatakan, tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun untuk penderita kanker prostat tetap tinggi, yaitu sekitar 90 persen bagi mereka yang melakukan pengobatan konvensional dan alternatif. Namun, angka ini belum tentu merupakan bukti bahwa terapi alternatif berdampak efektif.
"Kanker prostat biasanya tumbuh sangat lambat pada tahap awal, sehingga hanya sedikit orang yang meninggal," kata Johnson kepada AFP melalui email.
Ketakutan akan program kemoterapi yang menyakitkan serta dapat menyebabkan mual dan kelemahan parah membuat banyak pasien kanker lebih percaya pada berbagai perawatan alternatif.
Ini termasuk probiotik, vitamin dan mineral, serta berbagai metode pengobatan tradisional dari India dan Cina seperti pengobatan Ayurvedic, akupunktur, Homeopati dan naturopati, Manipulasi chiropractic atau osteopathic juga yoga, Tai Qi dan Qi Gong, yang semuanya melibatkan pengendalian napas.
Pendekatan mind-over-matter juga mencakup doa, meditasi, dan citra, di mana seseorang memvisualisasikan kanker untuk mengatasi penyakit mereka.
Periset yang dipimpin oleh Johnson mengidentifikasi 281 orang di Amerika Serikat dengan empat jenis kanker yang paling umum, yaitu payudara, prostat, paru-paru, dan usus besar. Mereka semua kerap beralih dari satu atau lebih perawatan yang belum terbukti khasiatnya.
Baca Juga: Suka Makan Burger dan Pizza? Awas Diincar Kanker!
Tim membandingkan hasil kesehatan mereka dengan 560 pasien kanker lainnya yang sebanding, juga mempertimbangkan ras dan faktor kesehatan yang berbeda. Rata-rata, kelompok pertama 2,5 kali lebih mungkin meninggal dalam lima tahun setelah diagnosis.
"Karena beberapa alasan, saya yakin ini mungkin meremehkan," jelas Johnson.
Untuk memulai penelitian, data hanya mencakup perawatan awal. Itu berarti, beberapa pasien yang pertama kali mencari pengobatan alternatif mungkin telah beralih ke pengobatan standar seiring perkembangan penyakit mereka, sehingga memperpanjang umur mereka.
Kemungkinan juga, tambahnya, bahwa kelompok obat non-konvensional adalah dalam masyarakat usia lebih muda dan memiliki pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi.
"Kami tidak tahu persis jumlah orang yang membuat keputusan untuk mencari pengobatan alternatif daripada pengobatan kanker konvensional," tandasnya.
Pasien enggan curhat pada dokter yang cenderung mengutuk pilihan mereka. Namun, dia mencatat, semua obat kanker ajaib yang ditawarkan mungkin merupakan bisnis yang besar dan bernilai miliaran dolar. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian